#korupsi#kpk

KPU: Pengganti Azis Syamsuddin Bukan Otoritas Partai

KPU: Pengganti Azis Syamsuddin Bukan Otoritas Partai
Azis Syamsuddin, tersangka kasus suap terhadap eks penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisioner KPU, Pramono Ubaid, menyebut Riswan Tony bisa menggantikan Azis Syamsuddin di Senanyan dengan syarat memenuhi ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 6 Tahun 2019, seperti suara terbanyak selanjutnya dan masih menjadi anggota Partai Golkar.

"Biasanya kami akan mengecek perolehan suara Pileg. Tapi, itu bukan otoritas partai," ujarnya saat dihubungi Lampost.co, Minggu, 25 September 2021 

Sementara, Ketua Bidang Hukum DPP Golkar, Aedis Kadir mengatakan partainya menghormati proses hukum yang ditangani KPK. Golkar juga akan memberikan bantuan hukum terhadap Azis jika diminta. Azis menunjuk kuasa hukum lain, golkar juga akan menangani jalannya penanganan perkara. Namun, hingga kini belum ada permintaan ke partai.

Selain itu, hingga saat ini belum ada permintaan resmi dari unsur pimpinan DPR terkait pengajuan PAW. Menurutnya, pengganti Azis sebagai wakil ketua DPR merupakan hak preogatif Ketua Umum DPP. "Sampai saat ini belum ada pengajuan," katanya.

"Golkar juga mendukung azas praduga tak bersalah," ujar anggota Komisi III DPR.

Ia juga menambahkan Azis menyampaikan surat pemunduran diri sebagai wakil ketua DPR RI 2019-2024 ke DPP Golkar. "Penggantinya akan diproses dalam waktu dekat," katanya.

Untuk diketahui, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin resmi menjadi tersangka kasus suap terhadap eks penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju.

Ia menyuap Rp3,1 miliar agar perkara pengurusan lobi dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah 

Azis terpilih sebagai anggota DPR 2019--2024 dari Partai Golkar dan bertarung di Dapil II Lampung, meliputi Kabupaten, Mesuji, Tulangbawang Barat, Lampung Tengah, Tulang Bawang, Lampung Utara, Lampung Timur, dan Way Kanan.

Dari 10 Caleg di Partai Golkar Dapil II Lampung beserta suara partai, didapati suara partai berlambang logo beringin tersebut mencapai 281.277 suara.

Azis meraih suara terbanyak yakni, 104.042 suara, disusul Hanan A. Rozak 31.016 suara. Keduanya pun melenggang ke Senayan, paska Golkar merebut dua kursi di Dapil Lampung II. Angka tersebut berdasarkan rekapitulasi KPU pada gelaran Pileg 2019-2014 lalu.

Dengan kasus tersebut, Azis tentu akan diganti dengan proses pergantian antar waktu (PAW), sesuai mekanisme peraturan yang berlaku. Calonnya adalah Riswan Tony DK.l yang meraih 15.574 suara dan berada di urutan ke tiga dari 10 Caleg golkar di Dapil Lampung II.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait