#KPU

KPU Lampung Tunggu Jadwal Resmi Rekrutmen PPK

KPU Lampung Tunggu Jadwal Resmi Rekrutmen PPK
Ilustrasi. Dok. Lampost


Bandar Lampung (Lampost.co) -- KPU Provinsi Lampung masih menunggu jadwal seleksi rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), guna penyelenggaran Pemilu 2024.

Dari informasi yang didapatkan Lampost.co, seleksi PPK akan berlangsung pada 15 November 2023, kemudian seleksi Panitia Pemungutan Suara (PPS) bakal berlangsung pada 1 Desember 2022 hingga 15 Januari 2023.

Kemudian, rekrutmen Petugas Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) dimulai pada 26 Januari 2023 hingga 8 Februari 2023. Seleksi Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) bakal dilangsungkan pada 28 Desember 2023 hingga Jjanuari 2024.

Terhadap informasi tersebut, Komisioner KPU Bidang SDM dan Organisasi Ali Sidik mengatakan, jadwal tersebut masih bersifat rencana ke depan, namun telah disosilisasikan ke KPU Provinsi oleh KPU RI.

Menurutnya, jadwal pasti seleksi tetap menunggu PKPU tahapan dari KPU RI maupun petunjuk teknis (Juknis)

"Itu masih jadwal dari PKPU tahapan seleksi yang telah diharmonisasi," ujarnya, Minggu, 23 Oktober 2022.

Total kebutuhan jumlah PPK se-Lampung diperkirakan mencapai 1.145, yang terdiri dari 5 orang PPK per Kecamatan, dari total 229 kecamatan se-Provinsi Lampung.

Rekrutmen PPK PPS dan lainnya yang disebut sebagai badan adhoc, menggunakan aplikasi  sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Adhoc (Siakba). Para pelamar mendaftar via aplikasi tersebut, dengan menginput identitas dan hal lainnya yang bersifat adminstratif.

"Kami sudah siapkan SDM di 15 Kabupaten/kota sudah beri pelatihan bagaimana menggunakan aplikasi Siakba)," kata dia.

Sementara,  untuk jumlah rekrutmen PPK lima orang perkecamatan, PPS tiga orang perkecamatan, dan KPPS terdiri dari 7 orang per tps ditambah dua linmas. Sedangkan dalam proyeksi sementara, total ada 229 kecamatan, 2.640 desa, dan 27.205 TPS, pada Pemilu 2024 nanti. Sehingga setidaknya dibutuhkan 1.145 PPK, 687 PPS, 27205 Pantarlih, 190.435 KPPS dan 54.410 linmas.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait