#beritalampung#beritalampungterkini#pemilu2024#kpps#mahasiswa

KPU Lampung Tunggu Arahan KPU Pusat dalam Merekrut Mahasiswa untuk KPPS

KPU Lampung Tunggu Arahan KPU Pusat dalam Merekrut Mahasiswa untuk KPPS
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melalui KPU kabupaten/kota  berencana merekrut mahasiswa sebagai petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) pada Pemilu 2024. Rekrutmen KPPS dan badan ad hoc lainnya, seperti petugas pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) telah diatur dalam petunjuk teknis  (juknis) yakni  Keputusan KPU RI 476 Tahun 2022.

Dalam PKPU tersebut pengumuman pendaftaran calon anggota KPPS berlangsung pada 5—9 Januari 2024 mendatang. Kemudian, penerimaan pendaftaran berlangsung pada 5—12 Januari 2024, penelitian berkas administrasi 6—13 Januari 2024, dan  tanggapan masyarakat 14—19 Januari 2024.

Baca juga: Anies Baswedan Silaturahmi Kebangsaan ke Sejumlah Pesantren di Tasikmalaya 

Pengumuman seleksi 20—23 Januari 2024, hingga penetapan dan pelantikan anggota KPPS pada 23—25 Januari 2024. Kemudian, khusus KPPS terdapat batasan usia minimal pendaftar yakni 17 tahun dan batas maksimal 55 tahun.

Terkait wacana tersebut, KPU Lampung masih menunggu arahan dari KPU RI terkait mekanisme spesifik rekrutmen KPPS dari unsur mahasiswa. Khususnya, universitas--universitas yang bekerja sama dengan KPU RI nantinya dalam rekrutmen KPPS tersebut.

"Jadi nunggu dari pusat, kampus mana saja yang kerja sama, nanti diturunkan ke kami," ujar Komisioner KPU  Lampung Bidang SDM dan Organisasi, Ali Sidik, Minggu, 20 November 2022.

Dia menambahkan sesuai petunjuk teknis KPU RI, nantinya mahasiswa yang akan menjadi KPPS akan bertugas atau mendaftar sesuai dengan lokasi atau domisili tempat tinggalnya. "Nanti, penempatannya sesuai domisili," katanya.

Sementara, dalam Juknis KPU RI No 476 Tahun 2022 disebutkan tahapan-tahapan PPK. Untuk rekrutmen PPK, pengumuman pendaftaran berlangsung pada 20—24 November 2022. Kemudian, penerimaan pendaftaran pada 20—29 November 2022 dan penelitian berkas administrasi pendaftar pada 21 November sampai 1 Desember 2022.

Para calon peserta nantinya mendaftar via website sistem informasi badan Adhoc (Siakba) dengan membuat akun dan mengunggah dokumen persyaratan. Selain itu, peserta juga diminta melampirkan dokumen pendaftaran berbentuk hardcopy diserahkan ke  KPU kabupaten/kota ketika dinyatakan lulus administrasi.

 Selanjutnya, pengumuman hasil penelitian administrasi pada 2—4 Desember 2022. Lalu, seleksi tertulis pada 5—7 Desember 2022. Kemudian pengumuman hasil tes tertulis pada 8—10 Desember 2022.

Selain itu, terdapat tahapan menerima tanggapan dari masyarakat terhadap calon PPK pada 2—10 Desember 2022. Lalu wawancara calon anggota PPK pada 11—13 Desember 2022, dan pengumuman hasil seleksi pada 14—16 Desember 2022.

Kemudian jadwal rekrutmen PPS, yakni pengumuman pendaftaran 8—22 Desember 2022, penerimaan pendaftaran 18—27 Desember 2022, dan pengumuman hasil administrasi 30 Desember 2022—1 Januari 2023. Kemudian tanggapan masyarakat 30 Desember 2022—7 Januari 2023, wawancara 8—10 Januari 2023, pengumuman hasil seleksi 11—13 Januari 2023, serta penetapan PPS pada 13 Januari 2023.

Juknis tersebut juga mengatur pertimbangan persyaratan PPK dan PPS, yakni pertimbangan persyaratan dalam pembentukan PPK, PPS, dan KPPS, KPU kabupaten/kota mengatur komposisi yang berasal dari tokoh masyarakat, masyarakat umum dan pelajar, mahasisswa, serta keterwakilan perempuan 30%.

Ali mengatakan terkait keterwakilan perempuan sesuai dengan Undang-Undang No 7 Tahun 2017 hanya bersifat memperhatikan keterwakilan. "Sifatnya memperhatikan untuk perempuan," katanya.

Proyeksi sementara dari KPU Lampung, untuk jumlah rekrutmen PPK lima orang per kecamatan, PPS tiga orang per kecamatan, dan KPPS terdiri dari 7 orang per TPS ditambah dua linmas. Sedangkan dalam proyeksi sementara pada Pemilu 2024 total ada 229 kecamatan, 2.640 desa, dan 27.205 TPS. Dengan demikian, dibutuhkan 1.145 PPK, 7.920 PPS, 27.205 pantarlih, 190.435 KPPS, dan 54.410 linmas. 

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait