#BANDARLAMPUNG

KPPI Lampung Berharap Tim Seleksi PPK Peka Soal Keterwakilan Perempuan

KPPI Lampung Berharap Tim Seleksi PPK Peka Soal Keterwakilan Perempuan
Salah satu tempat tes CAT PPK KPU Bandar Lampung, di Lab Kom IIB Darmajaya. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- KPU 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung segera melaksanakan tes tertulis berbasis Computer Assiste Test (CAT), untuk menjaring 1.145 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang akan tersebar di 229 kecamatan.

Tes tersebut akan berlangsung pada 06--07 Desember 2022, di masing-masing kabupaten/kota yang pelaksanaannya diselenggarakan oleh KPU setempat.

Total peserta yang mengikuti test CAT se-Lampug yakni 6.994 peserta, dengan rincian, 5.048 laki-laki dan 1.866 perempuan. Persentase perempuan yang mengikuti test CAT secara keseluruhan mencapai 26,6%.

Rinciannya:

 Bandar Lampung 838 peserta dengan jumlah perempuan 309, persentase 36%.

Metro 175, jumlah perempuan 51, persentase 36%,

Tulangbawang Barat 194, jumlah perempuan 52, persentase 26%,

Lampung Barat 558, jumlah perempuan 150 persentase 28%,

Pringsewu 327, jumlah perempuan 98, persentase 29%,

Tulangbawang 314,  jumlah perempuan 81, persentase 25%,

Lampung Timur 639,  jumlah perempuan 166, persentase 25%,

Mesuji 149,  jumlah perempuan 43, persentase 28%,

Lampung Selatan 543,  jumlah perempuan 142, persentase 26%,

Pesisir Barat 277,  jumlah perempuan 46, persentase 16%,

Lampung Utara 704,  jumlah perempuan 23, persentase 28%,

Tanggamus 545,  jumlah perempuan 98, persentase 29%,

Lampung Tengah 873,  jumlah perempuan 213, persentase 24%,

Pesawaran 323,  jumlah perempuan 85, persentase 26%,

Way Kanan 455,  jumlah perempuan 111, persentase 24%,

 

Terhadap persentase keterwakilan perempuan di tes CAT, Ketua DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Lampung Nenden  Tresnanursari menyebut hal tersebut cukup tinggi, dengan rerata di atas 25%.

"Ini cukup tinggi, meski belum 30%, karena ini kan juga lolosnya (ke tahap cat) berdasarakan berkas yang dinyatakan lengkap, jadi kami juga harus sadar, kalau kualitas peserta perempuan yang harus paling utama tidak dipaksakan begitu saja harus lolos," ujar Nenden, Selasa, 06 Desember 2022.

Nenden mengatakan, memang secara peraturan peserta yang akan lolos ke tahap wawancara dibatasi oleh petunjuk teknis KPU, yakni, maksimal tiga kali kebutuhan.

Ia berharap, di tahap terakhir, yakni tes wawancara, tim seleksi dan penguji benar-benar peka dan mempunyai perspektif gender, dalam keterwakilan perempuan yakni 30%, sesuai amanat UU No. 7 tahun 2017 tentang Perempuan.

"Nah di tahap tersebut nanti afirmative action (perempuan) harus digunakan kalau mau keterwakilan perempuan ada, biar obyektif," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait