#Korupsi

KPK Yakin Sidang Online Kasus Mustafa Berjalan Lancar

KPK Yakin Sidang Online Kasus Mustafa Berjalan Lancar
Mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa, saat menjalani sidang dalam perkara pertamanya. Lampost.co/Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang Perdana tindak pidana korupsi (Tipikor) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung tengah (Lamteng) yang menjerat eks Bupati Mustafa digelar besok, Senin, 18 Januari 2021 di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah mengecek kesiapan sidang, materi dakawaan, dan administrasi lainnya untuk mencegah kendala persidangan.

"Insyaallah enggak ada kendala," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Taufiq Ibnugroho, Minggu, 17 Januari 2021.

Sidang akan dilangsungkan via online untuk terdkawa Mustafa yang masih berada di LP Sukamiskin Bandung. KPK pun menyebut sudah melakukan persiapan matang persidangan daring nanti.

"Sudah fiks sidang online. Semoga tidak ada kendala karena kami juga sudah koordinasi dengan pihak LP Suka Miskin Bandung," paparnya.

Sidang daring untuk mendengarkan keterangan terdakwa dan saksi memang kerap bermasalah. Biasanya, gangguan berasal dari jaringan hingga membuat suara tidak jelas terdengar.

Menanggapi potensi gangguan tersebut, KPK terlebih dahulu melihat jalannya sidang perdana. Jika ada kendala, langkah selanjutnya dievaluasi, termasuk menghadirkan Mustafa secara langsung di persidangan.

Mustafa sendiri akan bebas sekitar medio Februari 2021 atas vonis tiga tahun penjara dari tindak pidana gratifikasi Pemkab Lamteng.

"Kita lihat persidangan ke depan, kalau memang ada kendala nanti kita kordinasi lagi dengan pihak Pengadilan Tipikor," kata Taufiq. 

Sebelumnya, JPU KPK secara resmi melimpahkan berkas perkara mantan Bupati Lamteng Mustafa ke PN Tipikor pada Senin, 11 Januari 2021.

Selain melimpahkan perkara, KPK juga mengajukan permohonan ke PN Tipikor untuk menyidangkan mantan Bupati Lamteng itu secara online.

" Terdakwa saat ini masih menjalani hukuman. Situasi dan kondisi saat ini Covid-19. kami mohon persidangan online," kata Taufiq.

Di dalam persidangan nanti, lanjut Taufiq, akan ada sekitar 180 saksi yang dihadirkan termasuk unsur dari pejabat aktif dan nonaktif. Untuk berkas perkara Mustafa sendiri menurut dia sekitar 2.500 lembar.

KPK mendakwa Mustafa terkait penerimaan hadiah atau janji. Pasal yang disangkakan yakni 12a, Pasal 11, dan Pasal 12b.

Saat ini, kata dia, pihaknya telah memeriksa dan melakukan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap 181 saksi. Dari jumlah itu, terdapat 180 saksi yang memberatkan dan satu saksi meringankan, termasuk saksi ahli suara mengenai penyadapan.

"Dari awal kami kenakan Pasal 12 huruf a, tidak ada TPPU. Tapi tentu dalam persidangan nanti terkait ini dan aset akan terungkap," kata dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait