EdhyPrabowopartaigerindra

KPK Tetapkan Edhy Prabowo Sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Edhy Prabowo Sebagai Tersangka
Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango (tengah) saat penetapan tersangka kasus ekspor benih lobster. Medcom.id/Fachri


Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka. Penetapan itu atas dugaan Edhy melakuka korupsi terkait perizinan calon eksportir benur atau benih lobster.

Edhy diduga menerima hadiah atau janji dari pengusaha berkaitan perizinan tersebut dan membelanjakannya barang-barang mewah saat berada di Amerika Serikat. Dia diduga menerima uang Rp4,8 miliar secara bertahap.

Kasus ini bermula ketika Edhy membuat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster pada 14 Mei 2020. Edhy kemudian menunjuk dua Staf Khusus Menteri KP Andreau Pribadi Misanta dan Safri. 

Edhy ditetapkan sebagai tersangka penerima rasuah bersama lima orang lainnya. Mereka adalah Staf Khusus Menteri KP Safri, Staf Khusus Menteri KP Andreau Pribadi Misanta, dan pengurus PT ACK Siswadi. Kemudian istri Staf Menteri KP Ainul Faqih dan Amiril Mukminin. 

Sementara itu,seorang tersangka ditetapkan sebagai pemberi suap, yakni Direktur PT DPP Suharjito. Edhy ditangkap di Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten dan Depok, Jawa Barat. Dia diduga menerima Rp9,8 miliar terkait rasuah tersebut.

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait