#kpk#FormulaE

KPK Tegaskan Penyelidikan Penyelenggaraan Formula E Jalan Terus

KPK Tegaskan Penyelidikan Penyelenggaraan Formula E Jalan Terus
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri memberikan keterangan kepada media di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan. Medcom.id/Fachri


Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyelidikan kasus dugaan rasuah pelaksanaan ajang balap Formula E tidak berhenti. Lembaga Antirasuah terus mencari bukti pidana dalam perkara tersebut.

 

"Kami memastikan penyelidikan KPK terhadap penyelenggaran Formula E masih berproses," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri kepada Medcom.id, Sabtu, 13 November 2021.

KPK masih mencari bukti untuk menetapkan tersangka agar bisa masuk ke tahap penyidikan. Berbagai pihak terkait sudah dimintai keterangan untuk mendalami kasus tersebut.

"Tim penyelidik masih terus mendalami berbagai data dan informasi, serta mengumpulkan keterangan yang dibutuhkan," ujar Ali.

Ali menegaskan KPK memegang unsur Pasal 1 angka 5 Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Beleid itu menyebutkan, penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam UU.

Dukungan masyarakat terhadap kerja-kerja KPK untuk mengusut dugaan korupsi penyelanggaraan Formula E sangat diperlukan. KPK akan bekerja sesuai prosedur yang berlaku.

"Dukungan publik sangat kami butuhkan di dalam KPK melaksanakan tupoksinya sesuai mekanisme dan aturan hukum yang berlaku," ucap Ali.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan siap untuk diperiksa KPK terkait dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E. Pemprov DKI tidak akan lepas tanggung jawab.

"Kami Pemprov DKI Jakarta siap jika sewaktu-waktu diperlukan penjelasan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan Formula E di Jakarta," kata Kepala Inspektorat DKI Jakarta, Syaefulloh Hidayat di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 9 November 2021.

Syaefulloh mengatakan Pemprov DKI telah memberikan dokumen terkait penyelenggaraan Formula E ke KPK. Dokumen itu setebal 600 halaman.

Dokumen itu diharapkan membantu KPK mengusut kasus rasuah dalam penyelenggaraan ajang balap mobil listrik tersebut. Jika kurang, Pemprov DKI siap memberikan data lainnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait