#kpk#satono

KPK Siap Bantu Cari Satono

KPK Siap Bantu Cari Satono
Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango. Lampost.co/Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap membantu Kejati Lampung dalam mencari keberadaan 10 DPO, termasuk eks Bupati Lampung Timur, Satono.

"Tadi dipaparkan kendala-kendala di Kejati, salah satunya pencarian DPO. Kami siap memfasilitasi, bidang penindakan akan mensupport pelacakan pencariannya, termasuk Satono," ujar Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango, Selasa 20 april 2021.

Menurutnya, upaya pencarian DPO Kejati Lampung bersama KPK sudah berjalan. Salah satunya dalam penangkapan pemilik Bank Tripanca, Sugiharto Wiharjo alias Alay.

Sementara Kajati Lampung, Heffinur, mengatakan pihaknya selalu berusaha maksimal mencari keberadaan Satono. "Makanya kami disupervisi KPK, upayanya terus jalan, teknisnya tak bisa dipaparkan," katanya.

10 DPO Kejati Lampung:

1. Satono, terpidana kasus korupsi APBD Lampung Timur yang merugikan negara hingga Rp119 miliar.

2. Lukmanuddin, terpidana Bantuan Langsung Mandiri Pemberdayaan Usaha Mina Pedesaan (BLM–PUMP) di Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bandar Lampung tahun 2012.

3 Abdul Mukti, terpidana kasus korupsi pekerjaan pembangunan gedung ruang kelas SMAN 6 Metro tahun 2013, dengan kerugian negara mencapai Rp54 juta.

 

4. Toni Haryanto, Direktur CV Adi Sejahtera. Terpidana kasus korupsi rehabilitasi sarana dan prasarana pasar los terbuka 4 unit Pagelaran, Pringsewu tahun 2011 yang merugikan keuangan negara Rp76 juta.

5. RLH, sekretaris PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus yang terjerat kasus pengelolaan dana simpan pinjam perempuan tahun 2015–2016.

6. Awaluddin (bendahara pengeluaran Panwaslu Lampung Tengah). Awaluddin menilap sisa dana uang persediaan Pilpres Tahun 2009 sebesar Rp249,9 juta.

7. Endang Pristiwati, pegawai BRI Kanca Bandar Jaya, Lampung Tengah yang mengkorupsi uang sebanyak Rp2 miliar pada 2006.

8. Husri Aminudin, terpidana korupsi buku di Dinas Pendidikan Lampung Tengah tahun 2010, merugikan keuangan negara Rp 9,6 miliar.

9. MAZ, tersangka korupsi pekerjaan drainase Dusun I, Kampung Linggapura, Lampung Tengah tahun 2016.

10. M Roil, Ketua Kelompok Tani Bumi Agung, Tanggamus, yang melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kegiatan pengembangan integrasi tanaman ruminisia 2012.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait