#KPK

KPK Sayangkan Penyidik yang Bebas Tugas Ungkap Lokasi Buron

KPK Sayangkan Penyidik yang Bebas Tugas Ungkap Lokasi Buron
Ilustrasi pegawai KPK. Istimewa


Jakarta (Lampost.co) -- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Al-Rasyid menyebut buronan kasus korupsi Harun Masiku masuk ke Indonesia beberapa waktu lalu. Dia mengaku tidak bisa menangkap Harun karena sedang dibebastugaskan.

KPK menyayangkan sikap penyidiknya yang membeberkan lokasi Harun ke publik. Informasi buron yang dalam perburuan bersifat rahasia.

"Namanya melakukan pencarian, berusaha mengetahui posisinya di mana, tentu itu tidak pernah dipublikasikan," kata pelaksana harian (Plh) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Setyo Budiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 2 Juni 2021.

Setyo mengatakan publikasi kegiatan penyidik hanya dibolehkan untuk penggeledahan. Itu pun, lanjutnya, baru bisa dibongkar ke publik usai penggeledahan selesai.

"Mencari informasi dan lain-lain itu sifatnya silent (diam-diam)," ujar Setyo.

Setyo mengamini ada informasi yang menyebut Harun Masiku masuk ke Indonesia. Dia menegaskan KPK tidak diam hanya karena penyidik yang menencarinya dibebastugaskan.

KPK telah mengajukan nama Harun masuk daftar red notice interpol. Hal itu dilakukan untuk memperkecil pergerakan Harun. Setyo menegaskan pencarian Harun tidak terkendala.

"Jadi kesempatan ini, saya ingin sampaikan proses penanganan perkara berjalan sebaik-baiknya," tegas Setyo.

Sebelumnya, KPK menegaskan akan terus mencari buronan kasus rasuah Harun Masiku. Lembaga Antikorupsi sudah memasukkan Harun dalam daftar red notice.

"KPK telah mengirimkan surat ke National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia agar dapat diterbitkan red notice," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Selasa, 2 Juni 2021.

Ali mengatakan permintaan itu diajukan KPK sejak Senin, 31 Mei 2021. KPK berharap Harun segera ditemukan.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait