KPKnurhadi

KPK Peringatkan Saksi di Kasus Nurhadi Penuhi Panggilan

( kata)
KPK Peringatkan Saksi di Kasus Nurhadi Penuhi Panggilan
Gedung Merah Putih KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto

Jakarta (Lampost.co) -- Saksi dari pihak swasta Vivian Chen mangkir tanpa alasan saat dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin, 27 Juli 2020, dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) pada 2011 sampai 2016. KPK ultimatum Vivian untuk memenuhi panggilan.
 
"KPK mengingatkan yang bersangkutan untuk bersikap kooperatif hadir memenuhi kewajiban hukum," kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2020.
 
Ali meminta Vivian mau memberikan keterangan pada pemanggilan berikutnya. Lembaga Antikorupsi butuh informasi dari Vivian untuk penguatan bukti dalam tindakan rasuah yang dilakukan tersangka mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurrachman.

"Tentu ada konsekuensi hukum apabila tidak memenuhi panggilan penyidik tanpa alasan yang jelas," tegas Ali.
 
Nurhadi diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto lewat menantunya, Rezky Herbiono. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT. Nurhadi juga diduga menerima sembilan lembar cek dari Hiendra terkait peninjauan kembali (PK) perkara di MA.
 
Selain itu, Nurhadi diduga mengantongi Rp12,9 miliar dalam kurun waktu Oktober 2014 sampai Agustus 2016. Gratifikasi diduga terkait pengurusan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK, serta permohonan perwalian.
 
 Nurhadi dan Rezky disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara itu, Hiendra disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

EDITOR

Medcom

loading...

Berita Terkait

Komentar