#UNILA

KPK Periksa Dekan hingga Humas Unila

KPK Periksa Dekan hingga Humas Unila
Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- KPK RI kembali memeriksa sejumlah saksi, terkait suap masuk Unila jalur mandiri, yang menjerat Rektor Karomani. Total 11 saksi diperiksa pada Rabu, 28 September 2022.

Mereka adalah, Pembantu Rektor I Unila Tri Widioko, Dekan FK Unila Dyah Wulan Sumekar, Dekan FKIP Unila Suharso, Dekan FT Unila Eng. Helmy Fitriawan, Dosen Unila Mualimin, Kabiro Perencanaan dan Humas Unia Budi Sutomo, Sekretaris Biro Perencanaan dah Humas Ubila Shinta Agustina, BPP Biro Perencanaan dan Humas Unila Nurhati BR. Ginting, Dekan FP Unila Irwan Sukri, Dekan Fmipa Unila Suripto Dwi.

Mereka diperiksa di Mapolresta Bandar Lampung.

"Hari ini  pemeriksaan saksi suap oleh penyelenggara negara atau yang mewakilinya terkait penerimaan calon mahasiswa baru pada Universitas Lampung tahun 2022, untuk tersangka KRM (Karomani)," ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.

Terkait pemberi, sejauh ini Ali menyebut baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi, namun uang Rp7,5 miliar yang disita KPK diduga tak mungkin berasal dari satu orang penerima saja. KPK masih terus mendalami, siapa saja yang memberikan uang tersebut untuk masuk ke Unila via jalur mandiri.

"Logikanya enggak mungkin, kan satu orang saja, KPK sebenarnya sudah mengeluarkan rekomendasi potensi (suap) jalur mandiri, ternyata kan ada," katanya.

Ali mengatakan KPK terus bergerak melakukan pendalaman, jika mendapatkan info dari pihak manapun, baik kuasa hukum ataupun masyarakat terhadap pihak-pihak lainnya yang menyuap Karomani. Masalahnya, menurut Ali, jika  penasehat hukum menyampaikannya di luar proses pemeriksaan, tentu informasi tersebut tidak bisa menjadi alat bukti.

"Kami harap ketika tersangka diperiksa sebagai saksi atau tersangka, silahkan dibuka di depan penyidik, dituangkan di BAP dan menjadi alat butki, kalau disampaikan ke publik, tidak memiliki nilai pembuktian di suatu perkara," katanya.

Apakah ada tersangka baru, Ali hanya menyebut perkara tersebut terus dikembangkan, jika ke depannya, penyidik menemukan minimal dua alat bukti, pasti akan ditindaklanjuti.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait