#beritalampung#beritalampungterkini#suapunila#karomani#rektorunila

KPK Periksa Bendahara Yayasan dan Dosen Unila soal Suap Karomani

KPK Periksa Bendahara Yayasan dan Dosen Unila soal Suap Karomani
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa saksi perkara suap masuk Unila via jalur mandiri di gedung komisi antirasuah tersebut, Rabu, 21 September 2022. Dua saksi diperiksa, yakni dosen Unila Mualimin dan Bendahara Yayasan Alfian Husin, Ary Meizari.

"Pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi suap penyelenggara negara atau yang mewakilinya, terkait penerimaan mahasiswa untuk tersangka KRM (Karomani)," ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri.

Dia menjelaskan Mualimin juga sebenarnya sudah diperiksa pada Kamis, 15 September 2022 lalu, terkait posisi rektor Unila nonaktif Karomani pada proses penerimaan mahasiswa.

Baca juga: Aptisi Beberkan Poin Mosi Tidak Percaya kepada Pemerintah 

KPK juga telah memeriksa  10 saksi pada 16 September 2022, yakni Dekan FEB Unila Nairobi, Pembantu Rektor III Unila Yulianto, dokter Ruskandi, Dekan FISIP Unila Ida Nurhaida, Pembantu Rektor II Unila Asep Sukohar, Dekan FMIPA Unila Suripto Dwi Yuwono.

Kemudian pegawai honorer Unila Fajar Pamukti, pihak swasta Antonius Feri, Panitia Bidang Pengelolaan Hendri Susanto, dan  perawat Puskesmas Rajabasa Enung Juhartini. Seluruh saksi hadir dalam agenda pemeriksaan di Mapolda Lampung.

Dua hal yang didapat KPK dari hasil pemeriksaan tersebut. Pertama, arahan dari Rektor soal seleksi mandiri dan penelusuran aliran uang.

"Terkait adanya arahan maupun kebijakan dari KRMdalam proses seleksi maba dan dugaan aliran uang yang diterima melalui orang kepercayaannya," ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, 19 September 2022.

Kemudian, para saksi juga ditelaah soal proses kepantian pada seleksi penerimaan mahasiswa baru di kampus hijau tersebut. "Dikonfirmasi juga mengenai susunan kepanitian maba yang mengikutsertakan beberapa jajaran struktur di Unila," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait