#hukum#pkkhamami

KPK Nilai Tidak Ada Novum Baru Dalam PK Khamami

( kata)
KPK Nilai Tidak Ada Novum Baru Dalam PK Khamami
Sidang peninjauan kembali kasus korupsi mantan Bupati Mesuji Khamami. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungkarang meminta waktu dua minggu atas kesimpulan sidang peninjauan kembali (PK) terpidana kasus korupsi mantan Bupati Mesuji Khamami. Hal itu karena situasi serta keterbatasan waktu sehingga berkas kesimpulan dianggap dibacakan. 

Menurut Hakim Ketua Efiyanto, persidangan PK Khamami tidaklah ditunda, melainkan untuk memeriksa berkas itu butuh waktu dua minggu. "Bukan ditunda ya, kami butuh waktu untuk memeriksa berkas kesimpulan milik jaksa dan penasihat hukum Khamami," ujarnya.

Dia menjelaskan dalam waktu dua minggu tersebut pihaknya akan melakukan pemeriksaan kesimpulan sudah layak atau tidak dikirim ke Mahkamah Agung (MA). "Nanti kalau layak, ditandatangani oleh semua yang terlibat, termasuk majelis, panitera, jaksa, dan PH. Lalu MA yang memutuskan," katanya.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Hendra Eka Saputra menilai apa yang diajukan Khamami tidak dapat dinilai sebagai novum baru. "Kami tetap mengarah ke fakta-fakta sebelumnya," katanya, Kamis, 22 Oktober 2020.

Menurut dia, KPK tetap tegas pada hasil putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang sebagaimana merujuk pada tuntutan jaksa KPK. "Fakta-fakta yang sebelumnya bisa menguatkan, maka di kesimpulan sudah kami uraikan. Kami tetap dengan fakta yang terdahulu," katanya.

Pihaknya berharap MA dapat menguatkan hasil putusan PN Tanjungkarang. "Harapan kami MA menguatkan (kesimpulan) kami," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Berita Terkait


Komentar