#feeproyeklamsel#kpk#korupsi

KPK Membenarkan Asisten II Ekobang Sekkab Lamsel sebagai Tersangka

( kata)
KPK Membenarkan Asisten II Ekobang Sekkab Lamsel sebagai Tersangka
Ilustrasi.Medcom.id.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya membenarkan Asisten II Ekonomi Pembangunan Sekkab Lampung Selatan Hermansyah Hamidi sebagai tersangka kasus fee proyek. Awalnya Lampost.co mendapatkan dokumen penetapan tersangka berdasarkan SPDP Nomor B/176/DIK00/230/07/2020 yang mentapkan Hermansyah Hamidi sebagai tersangka sejak 30 Juni 2020.

Dia disangka telah menerima fee pengerjaan proyek di Pemkab Lampung Selatan bersama dengan eks Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan. Tersangka dijerat dengan Pasal 12 Huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

SPDP tersebut ditandangani Direktur Penyidikan KPK Brigjen Setyo Budiyanto, per tanggal 1 Juli 2020.

"Benar itu surat yang dikeluarkan KPK dan ditujukan pada pihak yang tertera namanya di sana," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa, 14 Juli 2020.

Berita terkait: KPK Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Eks Bupati Lamsel

Sayangnya, Ali Fikri belum bisa memaparkan secara terperinci proses penetapan tersangka Hermansyah Hamidi, termasuk apakah ada potensi tersangka lainnya. Namun, Hermansyah Hamidi berperan dalam mengumpulkan fee proyek di Pemkab Lampung Selatan saat menjabat sebagai kadis PUPR pada 2016-2017.

"Namun, kami belum bisa memberikan informasi lebih spesifik karena masih melakukan serangkaian kegiatan penyidikan. Untuk pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka belum bisa kami sampaikan saat ini. Nanti akan kami informasikan lebih lanjut perkembangannya," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar