#KPK#PolemikKPK

KPK Jelaskan Tes Alih Status Buat Penguatan Integritas Pegawai

KPK Jelaskan Tes Alih Status Buat Penguatan Integritas Pegawai
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri memberikan keterangan kepada media di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Maret 2020. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez


Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan alasan adanya tes dalam pengalihan status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN). Tes itu untuk menguatkan integritas pegawai.

"Kami menggarisbawahi bahwa asesmen tes tertulis dan wawancara ini difokuskan untuk mengukur penguatan integritas dan netralitas ASN," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Sabtu, 8 Mei 2021.

Ali mengatakan tes alih status terbagi menjadi dua. Terdiri atas tes tertulis dan tes wawancara.

Dari dua tes itu, tidak ada uji kompetensi dan integritas. Hal itu sudah dilakukan KPK saat merekrut pegawainya.

"Sehingga aspek ini tidak dilakukan tes kembali," ujar Ali.

Sebelumnya, 75 orang pegawai KPK dinyatakan gagal dalam tes wawasan kebangsaan. Mereka semua belum dipecat saat ini.

Sementara itu, 1.274 pegawai dinyatakan lolos dari tes itu. Sebanyak dua pegawai KPK tidak mengikuti tes.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait