KPKkorupsi

KPK Enggan Beberkan Dua Tersangka Korupsi Lampung Selatan

( kata)
KPK Enggan Beberkan Dua Tersangka Korupsi Lampung Selatan
Lampost.co/Triyadi Isworo

Bandar Lampung (Lampost.co) -- KPK RI hingga saat ini masih belum terbuka soal adanya penetapan dua tersangka korupsi fee proyek Pemkab Lampung Selatan.

"Itu semuanya masih berjalan, nanti kalau ada tersangka kita umumkan sebagai mana mestinya,"ujar Ketua KPKI Irjen Firli Bahuri di Pemprov Lampung seraya menuju mobilnya, Kamis 6 Agustus 2020.

Berdasarkan dokumen Penetapan tersangka berdasarkan SPDP Nomor B/176/DIK00/230/07/2020. Penetapan tersangka Hermansyah 
Hamidi dilakukan sejak 30 Juni 2020. Ia disangka telah menerima fee pengerjaan proyek Pemkab Lampung Selatan, bersama dengan  eks Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan.

Hermansyaah Hamidi Dijerat dengan pasal 12 Huruf a atau huruf b atau pasal 11  uu nomor Uu nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.
SPDP tersebut ditandangani Oleh Plt Direktur Penyidikan KPK Brigjenpol Setyo Budiyanto, pertanggal 1 juli 2020.

Plt juru bicara KPK Ali Fikri sebelumnya sudah membenarkan SPDP yang beredar tersebut asli produk KPK. Sehingga, Hermansyah Hamidi memang sudah berstatus tersangka.

Kemudian, dalam potongan dokumen yang diduga SPDP atau BAP, dengan nama salah satu pejabat di Pemkab Lampung Selatan Berinsisal S,  yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

Dari dua nama yang beredar tersebut, Lampost.co kembali menanyakan secara spesifik apakah dokumen yang beredar tersebut benar, dan sudah ada dua tersangka, Irjen Firli pun kembali enggan memaparkannya. "Saya tidak menyebutkan itu (dua tersangka)," kata Firli Bahuri. 

Padalah,  perkara ini sudah menggantung lebih dari 1 bulan, sejak munculnya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan atas Hermansyah Hamidi yang keluar pada 1 Juli 2020 yang lalu.

"Untuk nama-nama tersangka akan kami infokan lebih lanjut. Kalau sudah dilakukan pasti akan kami informasikan kepada masyarakat dan rekan-rekan media," ujar plt juru bicara KPK bidang Penindakan, Ali Fikri, Kamis 24 Juli 2020

Kendati belum memaparkan tersangka, KPK sudah melakukan berbagai upaya, yakni penggeledahan tiga lokasi yakni di Kantor Pemkab Lampung Selatan, Dinas PUPR Lampung Selatan, dan rumah Kadis PUPR Pemkab Lampung selatan Saat ini Syahroni. Selain itu, sudah ada pemeriksaan 30 saksi, yang salah satunya bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto. Penggeledahan, penyitaan dokumen, dan pemeriksaan saksi dilangsungkan KPK mulai 13 juli hingga 16 juli.

Namun KPK tak merespon pertanyaan tersebut secara rinci, jawaban Ali Fikri hanya mengulang pernyataan KPK pada 13 Juli 2020 yang lalu, diterima lampost.co

"Kami informasikan bahwa saat ini KPK sedang melakukan penyidikan terkait pengembangan perkara dugaan suap yang berhubungan dengan proyek2 infrastruktur di Lamsel yang sebelumnya KPK telah pula menetapkan beberapa orang sbg tsk dan perkaranya telah berkuatan hukum tetap diantaranya Zainudin Hasan dkk. Tim penyidik KPK sedang melakukan pengumpulan alat bukti dengan melakukan kegiatan penggeledahan di beberapa tempat di Lamsel antara lain kantor Bupati Lampung Selatan dan kantor dinas PUPR Lamsel.

Barang yang sudah diamankan antara lain dokumen2 yang berhubungan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang dilakukan penyidikan saat ini dan akan dilakukan penyitaan setelah mendapatkan ijin dari Dewas KPK.

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan," imbuhnya. 

Perkembangan berikutnya nanti akan kami sampaikan kepada masyarakat dan rekan2 media," jawaban Ali Fikri ke Lampost.co pada 13 Juli 2020 yang lalu.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar