#KPK#Korupsi#AntiKorupsi

KPK Dorong Penguatan Sikap Antikorupsi Politikus

KPK Dorong Penguatan Sikap Antikorupsi Politikus
Gedung KPK. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez


Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sibuk menyambangi markas beberapa partai politik (parpol) belakangan. Upaya itu dilakukan untuk menguatkan sikap antikorupsi ke para politikus di Indonesia.

"Jaminan orang tidak korupsi itu tidak ada. Orang yang sudah diberikan penghargaan antikorupsi pun masih bisa korupsi," kata pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana melalui keterangan tertulis, Sabtu, 17 April 2021.

Lembaga Antikorupsi menyambangi markas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Jumat, 16 April 2021. Dua hari sebelumnya, KPK sowan ke markas Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Kunjungan itu merupakan bagian dari upaya penerapan sistem integritas partai politik (SIPP). Sistem tersebut diyakini bisa memperkecil celah korupsi di kalangan politikus.

Lembaga Antikorupsi menilai seluruh parpol di Indonesia harus segera menerapkan SIPP. “Kenapa parpol? Alasannya parpol sebagai pencetak pemimpin bangsa atau penentu kebijakan, pembuat undang-undang dan mewakili suara rakyat," ujar Wawan.

Partai, kata dia, harus berkomunikasi dengan tools of assesment (ToA) dalam SIPP. ToA merupakan tim yang berisi lima orang untuk menjadi narahubung antara partai dengan KPK.

Tim bakal membeberkan kegiatan partai ke KPK, terutama terkait penerbitan dan aktivasi standar etika partai dan politikus, membentuk standar sistem rekrutmen, dan sistem kaderisasi yang berjenjang dan terlembaga. Kemudian, pembenahan pengelolaan dan pelaporan pendanaan partai, dan terbangunnya demokrasi internal partai.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait