#kpk#korupsi

KPK Buka Peluang Jerat Korporasi di Kasus Korupsi Formula E

KPK Buka Peluang Jerat Korporasi di Kasus Korupsi Formula E
Balapan Formula E. AFP


Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan rasuah penyelenggaraan ajang balap Formula E di Jakarta. KPK membuka peluang menjerat korporasi dalam kasus itu.

 

"Memperkaya diri sendiri itu bukan hanya untuk penyelenggara negara, tapi orang lain atau korporasi," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 19 November 2021.

Ghufron mengatakan KPK tengah mencari pelanggaran dalam Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam kasus itu. Pasal itu melarang korporasi atau penyelenggara negara memperkaya diri sendiri dengan cara melawan hukum.

KPK juga tengah mencari buktinya. Namun, Lembaga Antikorupsi tidak menutup kemungkinan kasus itu melebar ke pasal lain.

"Atau misalnya adanya dugaan penyalahgunaan wewenang Pasal 3 Undang-Undang Tipikor ataupun kalau ada tindak pidana lain sebagaimana diatur pasal 5, 13, atau 12, ini masih dalam proses telaah," tegas Ghufron.

Sebelumnya, KPK memastikan penyelidikan kasus dugaan korupsi Formula E tidak sembarangan. Kasus itu dibuka karena KPK mengantongi bukti.

"Seluruhnya didasarkan pada kecukupan bukti-bukti yang membuat terangnya suatu konstruksi peristiwa pidana korupsi," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin, 15 September 2021.

Ali menegaskan KPK sudah sesuai aturan membuka penyelidikan dugaan korupsi dalam ajang balap mobil listrik itu. KPK menegaskan penindakan kasus korupsi di Indonesia tidak akan pandang bulu.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait