#kpk#unila#suap

KPK Bawa Berkas Penerimaan Mahasiswa Baru Usai Penggeledahan di FH Unila

KPK Bawa Berkas Penerimaan Mahasiswa Baru Usai Penggeledahan di FH Unila
KPK membawa beberapa berkas sebagai barang bukti di Fakultas Hukum Universitas Lampung, Selasa, 23 Agustus 2022. (Foto: Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Penyidik KPK melakukan penggeledahan secara maraton sejumlah ruangan di Universitas Lampung (Unila) sejak Senin kemarin. Pada Selasa, 23 Agustus 2022, penyidik KPK juga menggeledah sejumlah ruangan di dua fakultas yakni Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Hukum (FH). Tim penyidik mulai menggeledah Gedung FK pada pukul 09.00 WIB.

Mereka tiba di sana menggunakan empat mobil dan dikawal ketat personel Brimob Polda Lampung. Selama 5 jam melakukan penggeledahan hingga pukul 14.13 WIB, tim yang berjumlah 8 orang ini membawa dua koper besar. 

Selanjutnya, tim penyidik mendatangi Gedung FH Unila. Penggeledahan di FH Unila selesai pada pukul 17.20 WIB. Di sini, terlihat penyidik membawa 1 koper hitam dan 1 kardus sebagai barang bukti. Diperkirakan penggeledahan lain akan berlanjut malam ini.

Baca juga: 7 Tuntutan Mahasiswa Pasca OTT Rektor Unila

Menanggapi fakultasnya digeledah, Dekan FH Unila, M. Fakih yang ditemani oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Dan Kerjasama Rudi Natamihardja, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Yulia Neta, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Depri Liber Sonata, mengatakan KPK datang menanyakan mekanisme jalur masuk di Fakultas Hukum (FH). Kemudian mekanisme penerimaan baik SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri.

"Nah, sistemnya bagaimana, kuotanya bagaimana, jalurnya bagaimana, pengawasnya siapa ya sekitar itulah pada saya," kata Fakih.

Dia menambahkan berkas yang dibawa oleh KPK adalah berkas surat menyurat pengawas, jumlah mahasiswa, serta undangan rapat tentang kuota penentuan berapa jumlah mahasiswa pada 2022. 

"Tapi pada intinya tentang pemeriksaan hari ini mekanisme penerimaan mahasiswa baru," pungkasnya. 

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait