#korupsi#hukum#pilkada#kpk

KPK Bakal Tetapkan 2 Kepala Daerah Jadi Tersangka Disela Pilkada

KPK Bakal Tetapkan 2 Kepala Daerah Jadi Tersangka Disela Pilkada
Ketua KPK Irjen Firli Bahuri. Dok/Youtube


Bandar Lampung (Lampost.co): Ketua KPK Irjen Firli Bahuri memberikan semacam kode kalau ada dua kepala daerah di Indonesia yang bakal ditetapkan sebagai tersangka disela tahapan Pilkada serentak 2020.

Penetapan tersangka, menurut Filri akan dilakukan minggu depan. Namun, ia tidak menyebutkan dari mana asal kepala daerah tersebut.

"Lihat saja minggu depan nanti. Ada dua, wali kota dan bupati," ujar Irjen Firli, pada Pembekalan Calon Kepala Daerah (Cakada) Provinsi Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan Timur (Kaltim), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), bertempat di Ruang Rapat Hotel Radisson Golf and Convention Center Kota Batam, Selasa, 10 November 2020. Peserta di Lampung, Kaltim, dan NTT, yang disiarkan secara daring lewat kanal Youtube KPK.

Baca juga: KPK Tetap Selidiki Kepala Daerah Korupsi di Tengah Pilkada

Data KPK per Oktober 2020 tidak kurang dari 143 kepala daerah yang terdiri atas 21 gubernur serta 122 bupati dan wali kota yang telah didakwa oleh KPK. Firli juga memastikan tidak akan mandek melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi kepala daerah walaupun Pilkada tengah berproses. 

Pelaksanaan Pilkada, lanjut Firli, dapat menjadi pintu masuk bagi timbulnya tindak pidana korupsi oleh kepala daerah. Firli berharap jangan sampai ketika calon kepala daerah sudah terpilih sebagai pemimpin daerah, beberapa waktu kemudian kepala daerah menjadi tersangka kasus korupsi. 

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait