#KORUPSI#BERITALAMPUNG

KPK akan Lelang 11 Ponsel Milik Khamami dan Taufik Hidayat

KPK akan Lelang 11 Ponsel Milik Khamami dan Taufik Hidayat
Ilustrasi Gedung KPK. Medcom/Fachri Audhia Hafiez


Bandar Lampung  (Lampost.co) -- KPK RI akan melelang harta benda dari tujuh perkara tindak pidana korupsi yang telah berkekuatan hukum tetap. Salah satunya harta milik terpidana eks Bupati Mesuji, Khamami, dan adiknya, Taufik Hidayat. Lelang aset Khamami itu berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor Tanjungkarang Nomor: 04/Pid.Sus-TPK/2019/PN.Tjk tanggal 05 September 2019.

"KPK akan melaksanakan lelang barang rampasan bersama KPKNL Jakarta III dengan penawaran secara tertulis, tanpa kehadiran peserta lelang melalui internet (e-auction) dengan metode 'closed bidding' sebagai bentuk pelaksanaan putusan Pengadilan Tipikor,"  ujar Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, pada Jumat, 18 Juni 2021 malam.

Pelelangan akan berlangsung pada Rabu, 23 Juni 2021, dan ditutup pada pukul 14.30 WIB. Peserta bisa mengikuti lelang  sejak 18 juni 2021. Sementara untuk empat lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta III, Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun, Nomor 10, Jakarta Pusat.

Baca juga : Vonis 8 Tahun Terhadap Khamami Disambut Tangisan Keluarga

Adapun jumlah barang yang dilelang dari tujuh perkara cukup banyak yakni tas kerja, puluhan ponsel, dan beberapa unit laptop. Namun, KPK tidak memaparkan barang tersebut milik terpidana siapa saja. Berdasarkan penelusuran Lampost.co, dari jenis barang dengan barang bukti yang disita KPK dan pencocokan nomor Imei, setidaknya ada 11 HP milik Khamami dan Taufik yang dilelang. Perinciannya, empat HP merk Samsung, dua HP Vivo, dua HP Nokia, Apple, Xiaomi, dan Oppo masing-masing satu buah.

Diberitakan sebelumnya, pada sidang kasus suap fee proyek pada Dinas PUPR Mesuji, Kamis, 5 September 2019, di PN Tipikor Tanjungkarang, Khamami divonis delapan tahun penjara denda Rp300 juta subsider lima bulan, dan Taufik Hidayat divonis enam tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider dua bulan. Khamami juga dijatuhi pidana uang pengganti Rp300 juta dikurangi sejumlah yang telah dikembalikan saat persidangan sebesar Rp50 juta. Apabila dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka jaksa dapat merampas harta benda yang dimiliki untuk membayar dan apabila harta terdakwa tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka digantikan dengan pidana penjara selama dua tahun. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait