#korupsi#hukum#beritalampung

Korupsi Proyek Lampu Jalan Lamsel Jerat 2 Tersangka

Korupsi Proyek Lampu Jalan Lamsel Jerat 2 Tersangka
Kepala kejaksaan negeri kabupaten Lampung Selatan Hutamrin saat membeberkan hasil penyelidikan tipikor pengadaan dan pemasangan LPJU di kantornya di Kalianda, Rabu 10 Februari 2021. Lampost/Aan Kridolaksono.


Kalianda (Lampost.co) -- Kejaksaan Negeri Lampung Selatan menetapkan dua tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU) kecamatan Natar yang dikerjakan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Lampung Selatan pada 2016.

Keduanya berinisial LI, pejabat pembuat komitmen (PPK) dan TP, mantan Sekretaris Dinas Permukiman dan Pertamanan Lamsel pada 2016.

Kajari Lamsel, Hutamrin, menjelaskan dalam kasus tersebut berpotensi terdapat kerugian uang negara sebesar Rp307,8 juta dari jumlah total dana proyek sebesar Rp997,8 juta.

Kerugian itu berasal dari pemasangan kabel LPJU, jenis kabel, jumlah control panel dan jenis lampu yang dipasang tidak sesuai dengan spesifikasi.

"Setelah mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi ahli, tersangka mengarah pada LI dan TP," kata Hutamrin, Rabu, 10 Februari 2021.

Menurutnya, dalam pekerjaan itu seharusnya memasang jaringan LPJU kabel bawah tanah. Namun, dipasang jaringan kabel atas. Sementara di dalam tender jenis kabel yang digunakan adalah kabel NYY ukuran 4x16cm diubah menjadi kabel Twisted 2x10cm. Untuk  jumlah control panel yang  dipasang seharusnya 12 unit tetapi hanya 3 unit, dan lampu yang dipasang seharusnya tipe SON T 250 watt diganti dengan lampu jenis LED 50 Watt

"Akibatnya pelaksana proyek pengadaan dan pemasangan LPJU konvensional di Natar pada 2016 itu, negara dirugikan sebesar Rp307 juta," ungkapnya.

Hutamrin timnya hingga kini masih terus melakukan penyelidikan dan melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi lain untuk mengungkap tersangka lainnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait