sidangkorupsitulangbawanggapoktan

Korupsi Ketua Gapoktan Dituntut 6 Tahun Penjara

Korupsi Ketua Gapoktan Dituntut 6 Tahun Penjara
Lampost.co/Febi Herumanika


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tulangbawang menuntut terdakwa Arsam Hidayat (50) Warga Pasir Makmur RT 001, RW 007 Desa Pasiran Jaya Kecamatan Dente Teladas Kabupaten Tulang Bawang dengan pidana penjara selama 6 tahun penjara.

Terdakwa dituntut melakukan tindak pidana korupsi Pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. 

Jaksa Hendra Dwi Gunanda dan Bangkit Budi Satya, mengatakan terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana Pasal 2 dan dituntut 6 tahun pidana penjara.

Selain pidana penjara terdakwa juga dijatuhi denda Rp200 juta subsidair 3 bulan dan diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara Rp618 Juta subsider 3 tahun.

"Untuk uang pengganti saya lupa jumlahnya, kalau tuntutannya 6 tahun dia dituntut pasal 2 UU tipikor," kata Hendra, Rabu, 2 Desember 2020.

Dalam dakwaanya, jaksa menjelaskan perbuatan terdakwa Arsam Hidayat melakukan pencairan tidak mempedomani Surat Perjanjian Kerjasama Nomor 027/170/II.01/IX/SPP/2011 tanggal 29 Juli 2011.

Berdasarkan Formulir Penarikan Tunai dan transaksi penarikan dari tabungan Gapoktan Pasiran Jaya Rekening Nomor  388.03.04.09926.4 selama Tahun Anggaran 2011 dilakukan penarikan sebanyak 6 kali pencairan dengan total sebesar Rp1,7 Miliar lebih. Untuk melakukan pencairan terdakwa mendapatkan persetujuan saksi Haidirsyah selaku PPK.

"Terdakwa bersama-sama dengan saksi Agung menetapkan penerima bantuan Perluasan areal Cetak sawah yang sebagian penerimanya tidak memiliki lahan garapan atau tanah di Desa Hasan Bulan II Kampung Pasiran Jaya Kecamatan Dente Teladas Kabupaten Tulang Bawang," kata Jaksa.

Terdakwa dengan saksi Agung mengajukan lokasi perluasan areal cetak sawah di Desa Hasan Bulan II Kampung Pasiran Jaya Kecamatan Dente Teladas Kabupaten Tulang Bawang yang berada di areal penggunaan lain (APL).

"Dalam pelaksanaan kegiatan persiapan yaitu kegiatan pembuatan patok kayu bambu, pembelian cat kayu dan pemasangan patok terdapat pertanggungjawaban atas penggunaan dana yang tidak dapat dipertanggung jawabkan (tidak terealiasi sebagian dan/atau fiktif)," ujarnya.

Dengan kontruksi perluasan Ssawah dengan nilai anggaran sebesar Rp1,3 Miliar, terdiri dari 2 sub kegiatan land clearing dengan nilai Rp695 Juta dan land leveling sebesar Rp638 juta. Komponen belanja kegiatan ini semuanya dialokasikan untuk insentif tenaga kerja sebesar Rp25 ribu.

Berdasarkan laporan hasil audit dalam rangka perhitungan kerugian keuangan negara atas dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dana perluasan areal cetak sawah di Dusun Hasan Bulan II Kampung Pasiran Jaya Kecamatan Dente Teladas Kabupaten Tulang Bawang Tahun Anggaran 2011 dengan Nomor LAPKKN-471/PW08/5/2017 tanggal 06 Desember 2017 yang dikeluarkan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Lampung terdapat adanya penyimpangan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp618 juta.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait