#huniantetap#huntara#korbantsunami#beritalamsel

Korban Tsunami di Lamsel Menanti Tempat Berlindung Tetap

Korban Tsunami di Lamsel Menanti Tempat Berlindung Tetap
Sejumlah anak-anak korban tsunami yang menempati hunian sementara (Huntara) di Desa Way Muli Timur, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Jumat, 20 Desember 2019. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co): Bencana tsunami yang melanda Selat Sunda di kawasan pesisir Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan hampir genap satu tahun.

Perisitiwa pada Desember 2018 itu terus menyisakan rasa trauma mendalam bagi para korban. Bukan hanya itu, akibat dampak bencana gelombang dahsyat itu ratusan korban terpaksa menempati hunian sementara (Huntara).

Di sudut puluhan Huntara di Desa Waymuli Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, terlihat aktivitas masyarakat yang menjadi korban tsunami itu seperti biasanya. Dari aktivitas mereka seakan-akan tak ada peristiwa kelam yang pernah dialami mereka.

Namun dibenak masing-masing penghuni Huntara itu sangat jelas mengharapkan realisasi pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban tsunami. Meski telah menghuni Huntara, namun tempat tinggal yang mereka tempati belum begitu nyaman bagi mereka.

Seperti yang diungkapkan, Agus Abidin (38) salah satu penghuni Huntara di Desa Waymuli Timur mengatakan dirinya bersama penghuni Huntara berharap pembangunan hunian tetap segera terealisasi sesuai janji pemerintah.

Dengan tinggal di hunian tetap, ia mengaku merasa lebih nyaman dan dapat fokus mengurus keluarganya.

"Ya, kami disini sangat menantikan realisasi pembangunan hunian tetap bagi korban tsunami. Kalau hunian tetap kami merasa nyaman saja. Terlebih, bisa lebih fokus bekerja dan urus keluarga," kata dia, Jumat, 20 Desember 2019.

Pemkab Lamsel kini terus memproses hunian tetap bagi para korban tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Desember 2018. Dimana tim apprasial masih terus melakukan penilaian terhadap lahan untuk lokasi pembangunan huntap.

"Jumlah hunian tetap yang bakal dibangun sebanyak 532 unit dengan model tipe 36 dan nilai maksimal Rp50 juta per unit. Sedangkan untuk ukuran luas 1 KK pada hunian tetap sekitar 100 meter. Ini sudah termasuk fasilitas umum," kata Staf Ahli Bupati Lamsel Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Prianto Putro.

Untuk diketahui Pemkab Lamsel telah menganggarkan dana senilai Rp10 miliar untuk kebutuhan pengadaan lahan sebagai lokasi hunian tetap. Sedangkan, titik lokasi yang bakal dibangun untuk hunian tetap itu akan berada di Desa Kunjir, Way Muli Timur, Way Muli Induk, Rajabasa, Sukaraja, dan Banding di Kecamatan Rajabasa. Kemudian Desa Maja dan Kelurahan Kalianda di Kecamatan Kalianda. Selain itu, Desa Suak di Kecamatan Sidomulyo.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait