#seranganwina#teror

Korban Tewas Serangan di Wina Bertambah Menjadi Empat Orang

Korban Tewas Serangan di Wina Bertambah Menjadi  Empat Orang
Kanselir Austria Sebastian Kurz sebut empat orang warga sipil tewas dalam serangan di Wina. AFP


 

Wina (Lampost.co) -- Jumlah orang yang tewas dalam serangan yang terjadi di Wina pada Senin malam, 2 November 2020, telah meningkat menjadi empat. Hal ini disampaikan Kanselir Austria Sebastian Kurz dalam pidato yang disiarkan televisi Selasa pagi, 3 November 2020.

Berbicara kepada warganya, Kurz mengatakan empat warga sipil, seorang pria tua, seorang wanita tua, seorang pejalan kaki muda, dan seorang pelayan, telah "dibunuh dengan darah dingin".

Dia menambahkan 14 orang lainnya luka-luka, beberapa di antaranya parah. Dia mengatakan seorang petugas polisi termasuk di antara yang terluka. Salah satu penyerang dibunuh oleh polisi pada Senin malam.

“Penembakan Senin adalah serangan terhadap masyarakat bebas kita dan Austria akan mempertahankan nilai-nilainya,” ujar Kurz, seperti dikutip CNN, Selasa, 3 November 2020.

Kanselir mengumumkan satu menit hening secara nasional untuk mengenang para korban pada pukul 12.00 malam waktu Wina pada Selasa.

Otoritas Austria belum bisa mengesampingkan kemungkinan tersangka kedua masih dalam pelarian setelah melakukan serangan teror di Wina pada Senin malam.

Berita terkait: Dukungan Mengalir untuk Austria Usai Serangan yang Tewaskan 2 Orang

Seorang penyerang ditembak polisi pada Senin, tetapi juru bicara polisi Wina Christopher Verhnjak mengatakan kepada CNN bahwa polisi diberi tahu para saksi selama panggilan darurat tadi malam bahwa mungkin ada lebih dari satu penyerang.

“Polisi sedang menyelidiki dan menasihati orang-orang untuk tinggal di rumah sampai mereka yakin tidak ada tersangka yang bersembunyi,” kata Verhnjak.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengirimkan telegram kepada Presiden Austria Alexander Van der Bellen dan Kanselir Austria Sebastian Kurz menyampaikan belasungkawa setelah serangan itu.

Telegram itu berisi Kepala negara Rusia dengan tegas mengutuk kejahatan yang kejam dan sinis ini, (kejahatan) yang sekali lagi menegaskan esensi tidak manusiawi dari terorisme, dan menyatakan keyakinannya bahwa kekuatan teror tidak akan dapat mengintimidasi siapa pun, menabur perselisihan dan kebencian di antara orang-orang dari agama yang berbeda.

“Kami menegaskan kembali kesiapan Rusia untuk membangun kerja sama dengan Austria dan anggota komunitas internasional lainnya dalam memerangi segala bentuk dan manifestasi terorisme,” kata Putin.

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait