#Kerusuhan#Ekuador

Korban Tewas Kerusuhan Penjara Ekuador Bertambah Jadi 79 Orang

Korban Tewas Kerusuhan Penjara Ekuador Bertambah Jadi 79 Orang
Kerusuhan penjara yang terjadi di Ekuador. Foto: AFP


Quito (Lampost.co) -- Jumlah korban tewas akibat kerusuhan di empat penjara Ekuador bertambah menjadi 79 orang. Jumlah tersebut termasuk 18 tahanan yang ditemukan di mutilasi di satu lokasi.

 

Negara tersebut mengatakan pihak berwenang telah mendapatkan kembali kendali setelah adanya kerusuhan tersebut. Pihak berwenang mengatakan ini kekerasan penjara paling berdarah dalam sejarahnya.

Polisi dan pasukan ditempatkan di pusat-pusat penahanan yang ada di kota Guayaquil, Cuenca dan Latacunga. Kekerasan terjadi pada Selasa lalu antar geng di dalam penjara.

Mereka menggunakan senjata buatan tangan. "Kekerasan ini terjadi secara terkoordinasi," kata pihak berwenang Ekuador dilansir dari Malay Mail, Kamis, 25 Februari 2021.

Kerusuhan penjara biasa terjadi dalam beberapa tahun terakhir di Ekuador. Salah satu penyebabnya adalah kelebihan kapasitas, di saat penjara Ekuador diisi sekitar 38 ribu narapidana dari kapasitasnya yang hanya 27 ribu.

Presiden Lenin Moreno mengaku telah memerintahkan Kementerian Pertahanan "untuk mengawasi ketat peredaran senjata, amunisi, dan bahan peledak" di area sekitar penjara setelah terjadinya kerusuhan ini.

Menurut keterangan Moncayo, sebanyak 33 orang meninggal di penjara Cuenca, 21 di kota Guayaquil, dan delapan lainnya di Latacunga.

Menteri Pemerintahan Ekuador Patricio Pazmino mengatakan bahwa aktivitas sejumlah geng kriminal telah memicu aksi kekerasan di sejumlah penjara. Namun ia menegaskan bahwa pihaknya kini sudah dapat mengendalikan situasi.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait