#taliban#afghanistan#bombunuhdiri

Korban Tewas Bom Bandara Kabul Capai 103 Orang

Korban Tewas Bom Bandara Kabul Capai 103 Orang
Korban ledakan di Bandara Kabul, Afghanistan dibawa ke rumah sakit. Foto: The New York Times


Kabul (Lampost.co) -- Setidaknya empat ledakan terjadi di dekat bandara Kabul, Afghanistan. Laporan menyebutkan 90 warga sipil tewas dalam dalam ledakan di luar Bandara Kabul, termasuk 28 anggota Taliban.

 

Sementara itu, militer Amerika Serikat (AS) mengatakan 13 anggotanya tewas. Lebih dari 1.300 orang terluka oleh serangkaian ledakan di Kabul, Kamis, 26 Agustus 2021.

Baca juga: 11 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Bom di Bandara Kabul

Kelompok teroris Islamic State Khorasan (ISIS-K) mengklaim bertanggung jawab atas serangan di luar Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan. Pernyataan itu diverifikasi dan dibagikan oleh SITE Intelligence Group.

Seorang pengikut ISIS disebut menembus penghalang keamanan di sekitar Bandara Hamid Karzai. Pelaku terjun ke kerumunan besar pasukan AS dan warga sipil, dan meledakkan sabuk peledak.

Kantor Berita Amaq yang berafiliasi dengan ISIS juga mengeluarkan pernyataan. Amaq menunjukkan foto penyerang berdiri di depan bendera ISIS berwarna hitam.

Presiden AS Joe Biden bersumpah akan melawan penyerangan di Kabul.

"Kepada mereka yang melakukan serangan ini, serta siapapun yang ingin membahayakan Amerika, ketahuilah, kami tidak akan memaafkan. Kami tidak akan lupa," tegas Biden, dilansir dari Mehr News, Jumat, 27 Agustus 2021.

"Kami akan memburumu dan membuatmu membayarnya. Saya akan membela kepentingan kami pada rakyat dengan segala tindakan atas perintah saya," ujar Biden.

Jenderal Frank McKenzie, Kepala Komando Pusat AS mengatakan, Amerika waspada terhadap lebih banyak serangan oleh ISIS, termasuk kemungkinan roket atau bom yang dibawa kendaraan yang menargetkan bandara. McKenzie menegaskan untuk saat ini proses evakuasi masih akan terus dilanjutkan.

Kedutaan Besar AS di Kabul sehari sebelumnya telah menyarankan warga Amerika untuk menghindari perjalanan ke bandara dan mengatakan mereka yang sudah berada di gerbang harus segera pergi, dengan alasan "ancaman keamanan" yang tidak ditentukan.

Amerika Serikat dan sekutunya telah melakukan salah satu evakuasi udara terbesar dalam sejarah. Mereka mengeluarkan sekitar 95.700 orang, termasuk 13.400 pada Rabu.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait