#beritalampung#beritabandarlampung#kriminal

Korban Sabetan Sajam Akui Tawuran Geng Motor Pecah di Pusat Perbelanjaan

Korban Sabetan Sajam Akui Tawuran Geng Motor Pecah di Pusat Perbelanjaan
Dua remaja yang diamankan polisi. Dok/Polresta Bandar Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co): FN (16), remaja korban sabetan senjata tajam (sajam), mengaku pada Selasa, 20 Desember 2022, dini hari, keributan antargeng motor terjadi. Jarinya tertebas oleh senjata tajam karena geng motor mereka kalah jumlah dari lawannya.

FN menceritakan sebelum kejadian, ia diajak temannya untuk berkumpul di Pulau Damar, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung dengan mengendarai sepeda motor.

"Saya gak dikasih tahu, itu mau ngapain disana. Pas sampai Pulau Damar, baru dikasih tahu mau ketemu geng motor lain di Pasar Simpur," katanya, Kamis, 22 Desember 2022.

Setelah menuju Pasar Simpur, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, mereka bertemu dengan kelompok geng motor lain (geng motor NGR).

"Sempat terjadi keributan di tengah pusat perbelanjaan pada dini hari. Karena kalah jumlah, akhirnya kabur kocar-kacir," katanya.

"Sempat tawuran di tengah-tengah Simpur. Terus kami kabur, saya sempat naik motor terjatuh karena gak muat lagi," sambungnya.

Disitu dirinya dikejar dan akhirnya tertangkap dan disiksa dengan senjata tajam, meski sudah tidak berdaya.

Ia menambahkan, geng motor mereka hanya berjumlah sekitar lima puluh orang. Sedangkan lawan mereka ratusan orang yang membuat mereka mundur atau kabur.

"Kelompok kami lima puluhan, kelompok mereka ratusan bawa senjata semua," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait