#pinjol#korban#bantuan

Korban Pinjol dari Adiluwih yang Viral Dapat Bantuan dari Anggota DPRD Pringsewu

Korban Pinjol dari Adiluwih yang Viral Dapat Bantuan dari Anggota DPRD Pringsewu
Anggota DPRD Pringsewu mendatangi korban pinjol untuk memberikan bantuan, Senin, 16 Mei 2022. (Foto:Lampost/Widodo)


Pringsewu (Lampost.co)--Perempuan yang sempat menggegerkan warga Pringsewu dan sekitarnya karena meminta bantuan dari rumah ke rumah dengan pakain serba putih bercadar dan kacamata hitam, bernama Nur Hayati mendapat kunjungan Anggota DPRD Pringsewu Maulana M. Lahudin, Senin, 16 Mei 2022.

Nur Hayati merupakan warga Rt 01, RW 01 Pekon Bandungbaru Barat Kecamatan Adiluwih kabupaten Pringsewu.

Kedatangan Ketua Fraksi PKB DPRD Pringsewu, itu di dampingi kepala Pekon Bandungbaru Barat Rohidin. Maulana tiba sekitar pukul 14:30 dan langsung diterima Nur Hayati dan berbincang prihal masalah utang yang melilitnya di pinjaman online (pinjol).

Rohidin menyatakan Nur Hayati memiliki satu anak laki-laki hasil pernikahan dengan mantan suaminya, Nur tinggal bersama anak laki-lakinya.

"Ia bercerai dengan suaminya, Marsan, sudah cukup lama," ungkapnya.

Nur terlilit utang pinjol karena kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Maulana menyatakan kedatangannya ke rumah korban pinjaman online adalah untuk mengetahui dari dekat kondisi Nur Hayati. "Saya ingin tahu secara langsung kondisinya, makanya saya ke sini," ungkapnya yang mengaku prihatin atas masalah yang menimpa ibu satu anak itu.

Maulana juga memberikan edukasi dan pemahaman kepada korban pinjol terkait legalitas pinjol tersebut. "Alhamdulillah Nur Hayati mulai memahami bahwa yang dilakukan salah dan pinjol yang memberi utang juga illegal," katanya.

Usai memberikan edukasi dan pemahaman, Maulana langsng mengajak korban ke pasar Bandungbaru untuk membeli kebutuhan sehari hari ke minimarket.

Kemudian terkait dengan pinjaman online, jika masih ada yang menagihnya Maulana menyarankan agar lapor ke kepala Pekon dan nanti kepala Pekon  lapor ke saya. "Nanti akan saya bantu selesaikan semua, sebab Nur Hayati tidak mau dibilang tidak bayar utang," katanya.

Maulana menyatakan pinjol yang dipakai korban pasti illegal, sebab dari cek data tranfer bayar cicilan di BRI Link, ternyata bukan nama yayasan atau perusahaan, tetapi atas nama perorangan. "Ini jelas oknum," katanya.

Kemudian untuk mengurangi rasa takut ibu Nur, Maulana di saksikan kepala Pekon Rohidin dan RT, menghapus semua 12 aplikasi pinjol dan memblokir nomornya lalu mengganti nomor yang baru.

Maulana menegaskan dari pengakuan korban, tidak pernah meminta minta uang dari rumah ke rumah pada malam hari, dan korban hanya bekerja di siang hari.

"Berati ada oknum lain yang sengaja mencari keuntungan pribadi, dan ini tugas kita semua untuk mengungkapnya," katahya.


EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait