#Pengeroyokan#Museum#Lampung#Premanisme

Korban Pengeroyokan di Museum Lampung Desak Polisi Tangkap Pelaku

Korban Pengeroyokan di Museum Lampung Desak Polisi Tangkap Pelaku
Ilustrasi Korban Pengeroyokan di Museum Lampung yang meminta polisi segera menangkap para pelaku. (Dok.Lampost/Deni Zulniyadi)

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dua mahasiswa dikoroyok sejumlah orang tidak dikenal di depan Museum Lampung, Kamis (4/10/2018), sekitar pukul 23.30 WIB. Kasus itu telah dilaporkan ke Polsek Kedaton, Sabtu (6/10/2018). Namun demikian hingga saat ini aparat kepolisian belum berhasil menangkap para pelaku yang diperkirakan berjumlah enam orang.

Kedua mahasiswa yang menjadi korban pengeroyokan yakni Putra (25) warga Sukarame dan Sari (19) warga Rajabasa, Bandar Lampung. Berdasar pada hasil divisum di rumah sakit, korban pengeroyokan ini mengalami memar di kepala dan punggung karena dipukul helm dan lainnya.

Menurut Putra malam itu dirinya bersama pacaranya mampir di depan museum hendak membeli nasi goreng. Saat makan, datang dua orang menggunakan sepeda motor. Tanpa alasan yang jelas, ia langsung dipukul helm kemudian kedua pelaku pergi.

Tak lama kemudian datang sekitar enam sampai tujuh orang langsung mengeroyok Putra. Bahkan gerobak nasi goreng jadi sasaran para pelaku pengeroyokan hingga rusak. Pacar Putra pun menjadi sasaran, pelaku menarik laptop dan ponsel Sari. Namun tidak berhasil diambil karena Sari melawan dan meneriaki para pelaku.

Putra berusaha beerlari untuk mengalihkan perhatian para pelaku agar tidak mengejar pacarnya. Namun para pelaku membabi buta menghancurkan sepeda motor milik Putra. Akibatnya kaca lampu depan dan kaca spidometer sepeda motornya pecah.

Putra mengatakan para pelaku tidak berani mendekati dia karena ia memegang pisau milik tukang nasi goreng untuk membela diri. Namun demikian ia tetap dilempari batu, piring dan gelas milik tukang nasi goreng tersebut. "Ya tukang nasi goreng itu juga sudah melapor, karena kan rusak juga," kata Putra yang merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Bandar Lampung.

Putra menjelaskan pengeroyokan itu telah dilaporkan ke Polsek Kedaton dengan laporan polisi nomor : LP / 1111 / X / 2018 / LPG / RESTA BALAM / SEKTOR KDT yang ditandatangani oleh Kepala SPK regu III Aiptu Zainal Fanani. "Kami berharap polisi segera menangkap para pelaku. Apa yang telah dilakukan para pelaku sudah keterlaluan sehingga harus ditindak sesuai hukum yang berlaku," kata dia.

 

 

 

EDITOR

Deni Zulniyadi

loading...

Berita Terkait

Komentar