#pelecehanseksual#asusila

14 Bocah SD di Pesisir Barat Jadi Korban Pelecehan Guru

14 Bocah SD di Pesisir Barat Jadi Korban Pelecehan Guru
Tersangka saat dihadirkan dalam pres rilis yang digelar Polres Lambar menggelar, Rabu, 12 Januari 2022. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Seorang guru berstatus sebagai PNS berinisial BH (39) yang mengajar di salah satu SDN yang juga merangkap sebagai guru mengaji di Pesisir Barat, mengaku telah melakukan aksi pencabulan terhadap 14 anak di bawah umur. Korban merupakan anak didiknya sendiri.

"Ya, saya sudah melakukan aksi pencabulan terhadap 14 anak dengan modus untuk memeriksa fisik anak karena mau dimasukan menjadi anggota paskibraka," kata tersangka saat pres rilis yang digelar Polres Lambar menggelar, Rabu, 12 Januari 2022.

Baca juga: Janjikan Nilai Bagus dan Masuk Paskribaka, ASN Guru di Pesibar Cabuli Belasan Siswa SD

Sementara Kapolres Lambar AKBP Hadi Saepul Rahman, meminta agar korban dan pihak keluarga korban untuk melapor kepada petugas. Tujuannya adalah untuk mendukung proses penyidikan terhadap perkaranya.

"Sebab sampai saat ini baru dua korban yang menyampaikan laporan. Sementara menurut pengakuan tersangka yaitu sudah 14 kali melakukan aksinya dengan jumlah korbannya 14 anak. Aksi itu telah berlangsung sejak 2020 sampai saat dilaporkan pada awal Januari lalu," kata dia.

Dari keterangan tersangka, kata dia, kejadian itu dilakukanya di dua lokasi yang berbeda yakni selain di sekolahan juga di rumah tersangka di Pekon Penengahan Kecamatan Lemong.

Berdasarkan hasil penyidikan, kejadian itu diketahui awalnya pelaku menyuruh salah satu teman korban untuk memanggil korban ke perpustakaan sekolah. Setelah korban berada di perpustakaan itu, pelaku kemudian mengiming-imingi korban untuk dimasukan menjadi anggota Paskibraka namun dengan syarat yaitu korban harus mengikuti pengecekan fisik terlebih dulu.

Dengan alasan itulah lalu tersangka membuka rok dan celana dalam korban. Selanjutnya, pelaku mengelus bagian kemaluan korban. Namun korban tidak menerima dan seketika korban langsung meronta dan melarikan diri pulang ke rumah lalu menceritakan kejadian yang dialaminya itu kepada orang tuanya.

Mendengar kejadian itu, orang tua korban lalu memberitahu saudaranya kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Pesisir Utara. Setelah menerima laporan itu, anggota tim kemudian mendatangi dan mengamankan pelaku di rumahnya pada Jumat, 7 Januari 2022.

Menurut pengakuan tersangka, aksi pencabulan terhadap anak didiknya itu telah dilakukanya sejak 2020 hingga awal Januari 2022 ini.

"Untuk korban sampai saat ini masih trauma. Karena itu pihaknya melalui tim khusus telah memberikan pendampingan guna pemulihan," ungkapnya.

Atas tindakannya itu, kini tersangka diancam kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara sebagaimana yang diatur dalam Pasal 82 ayat 2 UU No.17/2016 junto Pasal 5 KUHP.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait