#banjir#bandang

Korban Meninggal Banjir NTT Capai 86 Orang

Korban Meninggal Banjir NTT Capai 86 Orang
Koramil 1624-02 Adonara yang rusak akibat banjir bandang di Flores Timur, NTT. ANTARA FOTO/Anca Boleng


Jakarta (Lampost.co) -- Korban tewas akibat banjir dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini terus bertambah. Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengatakan korban jiwa sejauh ini menjadi 86 orang.

“Sementara total meninggal ada 86 korban jiwa,” ujar Risma dalam jumpa pers virtual, Senin, 5 April 2021.

Baca juga: Jokowi Perintahkan Banjir Bandang NTT-NTB Ditangani Cepat

Risma menuturkan, Pemerintah akan memberikan santunan kepada seluruh korban sebesar Rp15 Juta. Kemudian, untuk korban luka sebanyak 27 jiwa akan diberi santunan oleh Pemerintah sebesar Rp5 juta.

“Kami juga ikut mendata untuk kondisi rumah yang rusak, mana yang harus dibantu ataupun masih layak,” tuturnya.

Untuk bantuan, lanjut Risma, sejauh ini sudah meluncur ke lokasi bencana. Sementara untuk di Bima, dan Alor sudah menerima bantuan sembako dan lainnya dari Pemerintah. Yang saat ini sedang proses pengiriman bantuan ialah ke Sumba Timur dan Ende.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi menyebut bahwa hamper seluruh Kabupaten NTT alami dampak bencana banjir dan longsor.

“Kurang lebih ada 49 yang meninggal, 23 dalam pencarian, Lembata 20 yang meninggal, 40 dalam pencarian, Alor 13 dalam pencarian dan Ende ada 2 orang yang meninggal,” tuturnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait