Kasuspenembakanbandarlampung

Motif Penembakan di Bandar Lampung Masih Buram

( kata)
Motif Penembakan di Bandar Lampung Masih Buram
Muhamad Alfarizi Saputra, salah satu korban saat ditemui di ruang Kutilang, RSUDAM, Jumat 15 Mei 2020.Lampost.co/Andi Apriadi

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung bersama jajaran polsek terus melakukan pengejaran dan penyelidikan terhadap penembakan terhadap dua remaja Bandar Lampung. Kedua korban, yakni Muhamad Alfarizi Saputra (21), warga Jalan Hayam Wuruk, Tanjungagung; dan Iqbal (16), warga Jalan Untung Suropati, yang ditembak pada Kamis malam, 14 Mei 2020, di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Tanjungkarang Timur.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Yan Budi Jaya mengatakan korban akhirnya resmi membuat laporan. "Kan waktu itu mereka belum buat, Sabtu kemarin resmi sudah buat. Sebelum ada laporan juga anggota langsung turun cek lokasi dan korban," ujar Kapolresta, Minggu, 17 Mei 2020.

Namun hingga saat ini, aparat belum bisa memastikan apakah ada motif perampasan kendaraan bermotor atau benda berharga lainnya dari pelaku penembakan.

"Hasil dari keterangan korban, dia itu ribut dengan pengendara motor (dua pengendara yang sempat mengadang korban). Korban enggak kenal sama penembaknya. Kemudian di pemberitaan katanya mobil CRV, setelah di-cross check, korban bingung apa mobilnya Rush, apa terios, tapi warnanya putih," katanya.

Aparat juga menelaah sementara ada kejanggalan ketika pelaku yang menggunakan kendaraan roda empat, memiliki motif hendak menggasak sepeda motor. Akan tetapi, penyelidikan dan pengejaran tetap berlanjut.

"Kami terus berupaya melakukan pengejaran, pengungkapan, dan pencegahan lewat patroli. Hal itu setidaknya bisa menekan potensi kejahatan karena ada polisi berpatroli dan membunyikan rotator," katanya.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rosef Efendi mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan lokasi guna mengetahui kronologi kejadian. "Dari Polsek Tanjungkarang Barat sudah turun serta memmintai keterangan korban dan keluarganya, ternyata TKP masuk wilayah hukum Polsek Tanjungkarang Timur," katanya.

Rossef belum bisa memastikan apakah ada unsur pencurian dengan kekerasan terhadap kejadian tersebut. Sejumlah upaya telah dijalankan untuk mencari keberadaan pelaku.

"Masih kami dalami apa 365 (pencurian dengan kekerasan, atau 351 (penganiaayan) murni dan cari pelaku," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar