#jalan#infrastruktur

Korban Kecelakaan Kecewa Tak Ada Bantuan dari Pelaksana Proyek Tambal Sulam Ruas jalan

Korban Kecelakaan Kecewa Tak Ada Bantuan dari Pelaksana Proyek Tambal Sulam Ruas jalan
Kondisi di Jalan lintas Sumatera, Rabu 3 Agustus 2022. Lampost.co/ Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co)-- Korban kecelakaan di Jalan lintas Sumatera akibat galian tambal sulam menyebut pelaksana proyek melakukan pembohongan publik karena mengatakan sudah bertanggung jawab terhadap korban yang terjatuh di galian pekerjaan proyek.

"Hari ini Saya baru bisa bangun akibat terjatuh di lobang galian proyek tambal sulam jalan lintas tersebut, tanggungjawab apa? sampai hari ini gak ada,” kata Herwadi, korban kecelakaan saat ditemui di Desa Waisari, Natar, Lampung Selatan Rabu, 3 Agustus 2022.

“Biaya pengobatan pun dari pribadi saya sendiri," tambahnya.

Baca Juga : Jalan Penghubung Natar-Bandar Lampung Memprihatinkan

Menurut Herawadi, jangankan santunan dana pengobatan pun tidak dia dapat.

“Itu bohong besar kalau ada bantuan, gak ada bantuan apa-apa dari mereka," tambahnya.

Menurutnya, ada tujuh orang yang masuk rumah sakit karena kecelakaan di proyek tambal sulam jalan di Natar. Bahkan ada yang sampai rawat inap karena kondisi korban parah.

“Katanya ada bantuan itu bohong," tambahnya.

Dia juga menyebut hasil tambal sulam jalan itu mengecewakan.

"Tambal sulam kok begitu hasilnya tidak rata dan kurang bagus," keluhnya.

Sementara itu, warga Rustam warga natar berharap adanya pertanggungjawaban dari pelaksana proyek terhadap para korban kecelakaan.

"Papan proyek tidak dipasang, hasil tambal sulam sekarang sudah rusak lagi," tambah Rusatam.

Sebelumnya, Iwan Darmawan pelaksana proyek mengatakan semua korban kecelakaan sudah ditangani semua oleh pihaknya.

Namun dia enggan membeberkan lebih rinci mengapa tidak memasang papan pengumuman dari proyek mengenai nama perusahan serta jumlah anggaran proyek.

"Kalau korban kecelakaan itu sudah ditangani semua, soal plang proyek dan lain-lainnya konfirmasi ke humas,” tambah Iwan.

EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait