#solidgold#penipuan#beritalampung#investasi

Korban Dugaan Penipuan Solid Gold di Lampung Terus Bertambah

( kata)
Korban Dugaan Penipuan Solid Gold di Lampung Terus Bertambah
Ilustrasi. Foto: Google Images

Bandar Lampung (Lampost.co): Para korban dugaan penipuan komoditi berjangka PT Solid Gold Berjangka (SGB) terus bertambah. Bahkan pihak korban bersepakat membuat forum korban SGB, karena korban terus bertambah.

Sebelumnya 6 orang yang merasa ditipu hingga miliaran rupiah menggeruduk kantor PT Solid Gold Berjangka, Cabang Lampung di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Senin, 27 April 2020.

"Sampai saat ini hasil konsolidasi sudah ada 15 korban yang gabung ke forum. Kemungkinan bertambah bisa ratusan, kami menuntut keadilan," ujar Hamlet Pradipta salah satu nasabah, Selasa, 28 April 2020.

Selain membuat forum, pihak nasabah yang merasa ditipu pun sudah melapor ke Mapolda Lampung pada Selasa, 28 April 2020. Namun, para korban diminta untuk mengumpulkan dokumen atau bukti, serta korban lainnya guna kelengakapan bukti laporan.

"Minggu-minggu ini kata penyidiknya di krimsus mau diproses, kita masih kumpulin bukti dulu," katanya.

Berita terkait: Tertipu Investasi Miliaran, Nasabah Datangi Kantor Solid Gold


Dia mengatakan tujuan membuat forum dan melapor ke aparat, selain meminta keadilan dan pengembalian uang, agar tidak ada lagi korban yang terus bertambah.

Para marketing dan pialang mencari nasabah, kini menyasar di wilayah terpencil dan kabupaten di Lampung seperti Lampung Tengah, Way Kanan, dan lainnya. Karena, masyarkat Bandar Lampung menurut Hamlet sudah banyak yang mengetahui track record perusahaan komoditi berjangka tersebut.

"Kita enggak mau ada korban lagi. Marketing menawarkan tidak sesusai dengan kenyataan. Kita tidak mengerti apa-apa, semua dari pialang, kita hanya diberi informasi dan disuruh top up (tambah investasi). Jika duitnya enggak mau hilang, yang ada uang kita enggak kembali, kita mau narik enggak bisa, tapi kalau top up disuruh cepat," paparnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar