#beritalampung#beritalampungterkini#arisanbodong#penipuan#kriminalitas

Korban Arisan Bodong Rugi Miliaran Lapor ke Polresta Bandar Lampung

Korban Arisan Bodong Rugi Miliaran Lapor ke Polresta Bandar Lampung
M Randi Pratama (kiri) dan M Iqbal, kuasa hukum korban arisan bodong, saat memberikan keterangan kepada para awak media di Mapolresta Bandar Lampung, Kmais, 3 November 2022. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Enam puluh tiga member arisan menurun resmi melaporkan sang owner Elisna Nurprida alias Elis Prida ke Polresta Bandar Lampung dengan bukti laporan LP/B/2678/XI/SPKT/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung, Kamis, 3 November 2022. Kerugian korban arisan bodong mencapai Rp8,8 miliar

Kuasa hukum korban, Muhammad Iqbal, mengatakan korban diperkirakan mencapai ratusan orang dan akan terus bertambah membuat laporan ke Polresta Bandar Lampung. "Sifatnya arisan menurun dari 2017 yang sepertinya sudah viral di media sosial dengan terlapor atas nama Elis Nurprida. Saat ini pelaku kabur dan belum diketahui keberadaannya," katanya di Polresta Bandar Lampung, Kamis, 3 November 2022.

Baca juga: Pembunuh Ketua Ormas Membunuh untuk Membela Istri 

Para member terperdaya karena diimingi-imingi profit yang besar jika mengikuti arisan. Para korban yang berasal di Bandar Lampung dan luar kota terperdaya hingga mendaftar dan menyetorkan uang puluhan hingga ratusan juta rupiah. "Pelaku ini sudah tidak sanggup lagi memutarkan uang, hingga akhirnya dia kabur dan entah ke mana," ujarnya.

Pihaknya datang ke Polresta membuat laporan beserta barang bukti berupa chat,  bukti transfer, lalu resume. "Pelaku terakhir masih bisa dihubungi pada pertengahan September 2022. Para korban juga sempat mendatangi rumahnya di Bandar Lampung juga rumah saudaranya . Namun, kini pelaku menghilang," katanya.

Dia berharap agar pelaku segera menyerahkan diri untuk segera mempertangggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra membenarkan pihaknya sudah menerima laporan korban arisan bodong tersebut. "Tadi kami sudah melakukan gelar perkara dan saat ini masih dilakukan penyelidikan," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait