#Gerombolanpelajar#Bawasajam

Konvoi Bawa Sajam, 6 Pelajar Ditangkap dan 14 Diburu

Konvoi Bawa Sajam, 6 Pelajar Ditangkap dan 14 Diburu
Para pelajar saat digiring petugas. Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satreskrim Polresta Bandar Lampung menangkap enam remaja berstatus pelajar. Mereka diduga terlibat dalam video yang sempat viral, berkonvoi membawa senjata tajam jenis celurit di Jalan Pangeran Antasari pada Senin 8 Desember 2021, dini hari.

Keenam pelajar tersebut berasal dari tiga sekolah menengah kejuaran di Bandar Lampung. Mereka yakni SH, EA, RE, NF, AF, dan JI. Bocah bak gangster tersebut ditangkap di tempat yang berbeda pada 10 Februari 2021 malam.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana mengatakan mereka awalnya berencana menyerang atau tawuran dengan siswa salah satu SMK di Bandar Lampung lainnya. Namun tawuran tersebut belum terjadi.

Sehingga, mereka berkonvoi di sepanjang Jalan Pangeran Antasari. Dari pengakuan dan klarifikasi para siswa, mereka terdiri dari 20 orang yang menaiki 15 sepeda motor.

"Keberadaan siswa yang lain masih kami cari, kami minta orang tuanya untuk dihadirkan, dan diklarifikasi," ujar Kasatreskrim, Kamis, 11 Februari 2021.

Ia menambahkan, saat ini masih melakukan pemeriksaan secara insentif, terkait unsur pidana yang dilakukan oleh para pelajar tersebut.

"Penegakan hukum merupakan upaya terakhir (asas ultimum remidium), nantinya ada beberapa yang dipulangkan, dan dilakukan pembinaan oleh Pihak sekolah dan Dinas Sosial," katanya.

Motif rencana tawuran tersebut, menurut Resky karena rekan dari tiga sekolah tersebut pernah dipukuli oleh siswa asal sekolah yang akan diserang.

"Tapi itu tidak ada laporannya, dan diduga jadi alasan mereka untuk melakukan penyerangan," katanya.

Sementara itu perwakilan salah satu sekolah yang siswanya terlibat, Eko Sumarji mengatakan ia dan beberapa sekolah yang terlibat telah mengadakan rapat.

"Rencananya senin orang tua siswa akan kami panggil untuk pembinaan, dan (penanganan perkara) akan kami serahkan ke pihak kepolisian," paparnya.

Pihaknya menegaskan akan memberikan sanski terhadap siswa yang terlibat. Tak menutup kemungkinan, sanksi drop out (DO) akan diberikan ke siswa.

"Di sekolah kami ada sistem poin, jika terpenuhi (DO), tentunya diberi sanski," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait