#olimpiadeTokyo

Kontingen Indonesia Dipastikan Tetap Siap Ikuti Olimpiade Tokyo

Kontingen Indonesia Dipastikan Tetap Siap Ikuti Olimpiade Tokyo
Ilustrasi. AFP


Jakarta (Lampost.co) -- Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menyebutkan hingaa saat ini kontingen Indonesia tetap akan mempersiapkan diri menuju Olimpiade Tokyo, meski penyebaran virus Covid-19 di Jepang mengalami peningkatan.

Bahkan untuk menekan peningkatan kasus Covid-19, pemerintah Jepang telah menerapkan keadaan darurat Covid-19.

Hingga saat ini Ketua KOI terus melakukan komunikasi dengan pihak penyelenggara dan ditegaskannya bahwa Olimpiade Tokyo masih akan digelar sesuai rencana yakni pada Juli 2021 mendatang.

"Sejauh ini saya sudah tanya sama pihak Jepang kalau Olimpiade Tokyo tetap digelar sesuai rencana. Meski tidak ada penonton asing, dan itu tidak masalah buat kami," ungkap Oktohari dalam keterangannya, Jumat, 23 April 2021.

Menurut Okto, dengan kondisi yang masih berlangsung di seluruh dunia keputusan panitia penyelenggara melarang kehadiran penonton luar negeri dalam pesta olahraga empat tahunan itu adalah hal yang tepat. Karena baginya yang terpenting saat ini adalah bagaimana Olimpiade Tokyo bisa tetap berpangsung dengan aman.

Disebutnya, apabila Olimpiade Tokyo sukses terselenggara justru itu akan menjadi momen yang tak terlupakan terlebih suluruh pihak menantikan pelaksanaan pesta olahraga terbesar sejagad raya itu.

Sementara itu tiga bulan menuju Olimpiade Tokyo, Okto mengatakan KOI akan mulai bersafari ke beberapa pelatnas untuk menengok persiapan para atlet menuju Olimpiade Tokyo. Ia berencana memulai safarinya dengan mengunjungi pelatnas skuad bulu tangkis Indonesia di Cipayung.

"Mulai pekan depan kami akan reli ke cabor-cabor. Kami berencana pada Selasa (27/4) akan ke pelatnas Sipayung bersama tim CdM (Chief de Meeting," sebutnya.

Dapat diketahui sebelumnya, pemerintah Jepang mengumumkan keadaan darurat virus Covid-19 di Tokyo dan tiga wilayah lainnya pada Jumat, 23 April. Tepat tiga bulan sebelum upacara pembukaan Olimpiade Tokyo.

"Kami memiliki masa krisis yang kuat. Kami tidak akan dapat menahan virus yang memiliki kemampuan menular yang kuat, kecuali jika kami memgambil tindakan yang lebih kuat dari apa yang telah kami ambil sejauh ini," kata Mentri Penanggulangan Virus Jepang Yasutoshi Nishimura, dikutip dari AFP.

Pengumuman resmi keadaan darurat akan dilakukan pada Jumat malam, dengan tindakan yang mencakup wilayah Tokyo, Osaka, Kyoto, dan Hyogo. Tindakan tersebut dilaporkan akan meminta bisnis yang menyajikan alkohol untuk ditutup selama periode antara 25 April hingga 11 Mei 2021 dan juga menutup fasilitas komersial utama seperti pusat perbelanjaan dan department store.

Media lokal mengatakan, langkah tersebut juga dilakukan meminimalkan terjadinya kerumunan menyusul dengan liburan Golden Week yang merupakan perjalanan tersibuk di Jepang tiap tahunnya. Pemerintah setempat melakukan pembatasan beberapa layanan kereta dan bus untuk mencegah pergerakan.

Pihak berwenang di daerah yang terkena dampak juga cenderung melarang penonton dalam acara olahraga. Tetapi para pejabat bersikeras bahwa tindakan itu tidak akan berdampak pada penyelenggaraan Olimpiade.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait