#covid-19,#pakaiMasker

Konsisten Bermasker Bentengi Diri dari Gelombang Ketiga Covid-19

Konsisten Bermasker Bentengi Diri dari Gelombang Ketiga Covid-19
Konsisten Bermasker Bentengi Diri dari Gelombang Ketiga Covid-19. (Ilustrasi)


 Jakarta (Lampost.co)--Ancaman gelombang ketiga covid-19 di Indonesia dinilai bisa dicegah jika masyarakat konsisten memakai masker. Gelombang ketiga covid-19 di Indonesia diprediksi terjadi pada Desember 2021 hingga Januari 2022.
 
Epidemiolog Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada, dr Riris Andono Ahmad, menilai penularan covid-19 di Tanah Air saat ini terkendali. 
 
"Kalau angka tersebut bisa dipertahankan dan masyarakat menggunakan masker secara konsisten, maka akan mengurangi risiko gelombang ketiga," ujarnya, melalui keterangan tertulis, Minggu, 31 Oktober 2021.

Riris mengatakan setiap terjadi mobilitas musiman, risiko untuk terjadi gelombang berikutnya semakin meningkat. "Jadi, mobilitas musiman akhir tahun merupakan salah satu waktu yang meningkatkan risiko peningkatan," katanya.
 
Untuk itu, perlu strategi pencegahan secara konsisten. Seperti, menerapkan 3M, 3T, dan vaksinasi. "Kalau diperlukan, ditambah dengan 2M, yakni mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan," ujar Riris.
 
Anggota DPR Sri Rahayu menilai angka positif covid-19 yang mengalami penurunan belakangan ini merupakan hal yang sangat baik. "Pengalaman Indonesia dalam mengendalikan penyebaran covid-19 dibicarakan di level dunia dan itu bukan retorika, tapi fakta di lapangan," kata Sri Rahayu.
 
Menurutnya, kunci keberhasilan pemerintah Indonesia menjaga kondisi saat ini antara lain kesadaran masyarakat akan bahaya covid-19. Kemudian, pentingnya protokol kesehatan tetap dilaksanakan serta vaksinasi yang terus dilaksanakan. 
 
"Dan sosialisasi untuk tetap menjaga kesehatan dan imunitas serta gotong royong di masyarakat untuk saling mengingatkan dan membantu mengantisipasi terhadap penyebaran covid-19," tutur legislator dari PDIP itu.
 
Pemerintah telah memutuskan untuk menghapus cuti bersama pada 24 Desember untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga covid-19 di Indonesia. Pemerintah pusat juga melarang aparatur sipil negara (ASN) mengambil cuti dan memanfaatkan momentum hari libur nasional di akhir tahun.
 
Menurut Sri Rahayu, upaya yang dilakukan pemerintah pusat itu bukan persoalan efektif atau tidak dalam mencegah terjadinya gelombang ketiga covid-19. "Apa yang dilakukan merupakan bagian dari upaya pencegahan dengan mengurangi mobilitas masyarakat," kata dia.
 

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait