#rusia#internasional

Konflik Rusia-Ukraina Diprediksi Berdampak di Indonesia 3 Minggu Lagi

Konflik Rusia-Ukraina Diprediksi Berdampak di Indonesia 3 Minggu Lagi
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Andi Widjajanto. Istimewa


Jakarta (Lampost.co) -- Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Andi Widjajanto memprediksi konflik Rusia-Ukraina berdampak pada negara-negara lain termasuk Indonesia. Pemerintah perlu menyusun langkah mitigasi sejak dini.

"Bola salju krisis Ukraina baru benar-benar dirasakan dampaknya sekitar dua sampai tiga minggu lagi," kata Andi dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Rusia Serang Ukraina, Cina Ambil Taiwan?’ Minggu, 27 Februari 2022.

Andi mengatakan dampak ke Indonesia terbilang cepat lantaran skala konflik sangat besar. Sejumlah negara-negara besar terlibat bahkan memberi sanksi ekonomi pada Rusia seperti yang dilakukan Amerika Serikat (AS).

Selain itu, konflik Rusia-Ukraina menyangkut sumber daya strategis seperti gas. Andi mencontohkan pasokan gas ke Eropa Barat yang terganggu.

"Pengaruhnya yang paling segera adalah harga minyak naik dan memberatkan impor BBM (bahan bakar minyak)," kata dia.

Meski begitu, Andi memprediksi Indonesia memiliki nilai tawar lebih melalui beberapa komoditas. Salah satunya, batu bara yang harganya diprediksi ikut terdongkrak.

"Trade off seperti itu yang perlu dihitung supaya bisa diantisipasi agar pemulihan ekonomi nasional beradaptasi cepat dengan perkembangan," kata dia.

Presiden Rusia Vladimir Putin mendeklarasikan dimulainya operasi militer khusus di Ukraina. Dia berjanji akan berusaha untuk demiliterisasi tapi tidak menduduki negara itu.

Putin mengatakan operasi itu bertujuan untuk demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina. Hal ini mengacu pada pernyataan Kremlin bahwa militer Ukraina mengancam Rusia dan dijalankan oleh neo-Nazi.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait