#TPA#TPATanjungsari

Kondisi TPA Tanjungsari Disorot DLH Lampung

Kondisi TPA Tanjungsari Disorot DLH Lampung
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungsari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Lampost/Febi Harumanika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyoroti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungsari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan yang kondisinya kurang terawat. Padahal, TPA tersebut telah menghabiskan anggaran Rp15 miliar dan baru dibangun dua tahun lalu untuk menampung ratusan ton sampah di Kecamatan Natar, Kecamatan Jatiagung, Karang Anyar sekitarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Syahrudin Putera, mengatakan, informasi mengenai TPA yang kurang terawat itu akan segera ditindaklanjuti serius. Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) dan pemangku kepentingan akan dimintai keterangan mengenai duduk persoalan dan informasi yang ada saat ini.

"Besok akan kami diskusikan dengan kawan-kawan di kantor untuk menyikapinya sesuai aturan dan ketentuan," kata Syahrudin Putera kepada Lampost.co, Minggu, 28 Maret 2021.

Baca: TPA Rp15 Miliar di Tanjungsari Tak Terawat

 

Pantauan Lampost.co, semestinya sampah ditempatkan dalam liang besar khusus, namun yang tampak di lokasi, sampah yang baru datang tercecer memenuhi jalan raya yang dilalui kendaran saat keluar-masuk TPA.

Hanya ada satu alat berat yang digunakan untuk keperluan TPA Tanjungsari, akan tetapi rupanya difungsikan terlihat dari kondisinya yang dipenuhi karat.

Petugas yang seharusnya berada di lokasi pun tidak tampak. Selain berantakan dan bau busuk sampah akan menyeruak ketika turun hujan, lokasi TPA yang dekat dengan permukiman warga itu juga berpotensi berdampak karena adanya limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).

Kasi Pengembangan Fasilitas Teknis Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Buyung Bambang Riyadi, menjelaskan, TPA Tanjungsari di Natar merupakan lokasi yang diperuntukan sementara waktu untuk penampungan sampah sampai dengan terbangunnya TPA Regional di Kota Baru. Namun yang pasti, kesadaran semua pihak menjadi kunci untuk menyikapi persoalan sampah tersebut.

"DLH Provinsi Lampung ibaratnya orang tua dari 15 kabupaten/kota. Apabila ada persoalan di Kabupaten/Kota maka Provinsi akan mencarikan jalannya. Di sana memang disiapkan untuk TPA sementara sebelum masuk di TPA Regional nantinya," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait