#bedahrumah#kepedulian#pringsewu#beritalampung

Komunitas Donor Darah Pringsewu Bantu Bedah Rumah

Komunitas Donor Darah Pringsewu Bantu Bedah Rumah
Komunitas Donor Darah Pringsewu Bantu Bedah Rumah. (Foto:dok.Komunitas BedahRumah)


PRINGSEWU (Lampost.co)--Komunitas Donor Darah Sukarela Pringsewu kembali melakukan aksi sosial bedah rumah. Pada kesempatan kali ini sasaran bedah rumah adalah mbah Rohimah, warga Pekon Sukoharjo III Kecamatan Sukoharjo. 

Mbah Rohimah tinggal seorang diri di rumah yang kondisinya cukup memprihatinkan dan butuh perbaikan segera. Atas dasar itulah, komunitas yang memiliki semboyan atau tagar #BerbagiTanpaMengurangi ini melakukan bedah rumah mbah Rohimah. 

Ketua Komunitas Donor Darah Sukarela Pringsewu, Teguh Setiawan, mengungkapkan kegiatan bedah rumah mbah Rohimah dilakukan selama dua hari, mulai dari 21 - 22 April 2019. "Kegiatan ini bekerja sama dengan masyarakat setempat dan para donatur," katanya, Senin (22/4/2019).

Menurutnya, komunitasnya hanya sebagai jembatan dari para donatur, kemudian setelah dana dan material terkumpul lalu eksekusi di lapangan. Untuk masyarakat setempat, pihaknya mengedukasi pentingnya gotong royong dengan dibantu kepala pekon setempat, Purwoko. 

Untuk bantuan yang berasal dari para donatur meliputi genteng/atap, instalasi lstrik dan geribik/dinding, sedangkan masyarakat setempat berupa tenaga dan kayu. "Pada mulanya akan kami bangun permanen, namun karena lokasi tanah numpang, kami bangun menggunakan geribik," katanya.

Teguh Setiawan, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang dimotori oleh Komunitas Donor Darah Sukarela Pringsewu. "Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat lingkungan dan para donatur yang turut serta dalam kegiatan kami di rumah mbah Rohimah," katanya.

Kepala Pekon Sukoharjo III Purwoko menambahkan, Mbah Rohima hidup seorang diri sejak suaminya meninggal sejak 4 tahun silam.
"Sebenarnya sudah pernah kita ajukan kepada Pemerintah Daerah tapi karena tanah tersebut bukan hak miliknya sehingga tidak bisa untuk mendapatkan bantuan," singkat Purwoko. 

EDITOR

Widodo/Rilis

loading...




Komentar


Berita Terkait