#kriminal#beritatulangbawang#pencurian

Komplotan Spesialis Pencuri Kabel Listrik di Tulangbawang Dibekuk Polisi

Komplotan Spesialis Pencuri Kabel Listrik di Tulangbawang Dibekuk Polisi
Ketiga pelaku saat diamankan di Mapolsek Penawartama. Dok/Polsek


Menggala (Lampost.co): Polsek Penawartama membekuk komplotan spesialis pencuri kabel listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta sang penadah. 

Para pelaku yakni Priyani alias Gaprek (37) dan Suparji (25). Kedua buruh asal Kampung Sidomakmur, Kecamatan Penawartama, Tulangbawang merupakan pelaku utama. 

Sementara Jadi Susanto (40) yang masih tinggal sekampung dengan kedua pelaku dibekuk polisi, lantaran membeli timah kabel hasil curian. Mereka ditangkap tanpa perlawanan saat berada kediamannya masing-masing. 

Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro melalui Kapolsek Penawartama Iptu Timur Irawan menjelaskan pelaku pertama yang berhasil ditangkap Priyani alias Gaprek sekitar pukul 08.00 WIB. Dari keterangan Priyani, ia tidak bekerja sendiri melainkan bersama Suparji yang berhasil dibekuk sekira 17.00 WIB. Berselang satu jam kemudian, pihaknya membekuk Jadi Susanto. 

"Para pelaku curat kabel listrik milik PLN tersebut ditangkap, Kamis (26 November 2020), di rumahnya masing-masing di Kampung Sidomakmur," kata Iptu Timur Irawan, Jumat, 27 Novomber 2020.

Kata Timur, aksi kedua tersangka diketahui pelapor Wahyudi (31) karyawan PLN setelah, ia mendapatkan laporan dari saksi Kuswarahadi pada, Senin, 26 Oktober 2020. 

Keduanya kemudian mengecek lokasi pencurian yang berada di Jalan Lintas Rawa Pitu KM 17, Kampung Sidoharjo. Setibanya di lokasi keduanya mendapati kabel jaringan tegangan menengah milik PLN yang belum teraliri arus listrik sudah putus dan hilang. 

Namun, selang sekitar satu bulan kemudian atau tepatnya pada, 24 November 2020, Wahyudi baru melaporkan aksi pencurian itu ke Polsek Penawartama.

"Pelaku PR alias GA dan SU adalah orang yang memanjat tiang dan mengambil kabel dengan cara dipotong menggunakan gergaji besi. Setelah itu kabel dibawa ke kebun karet yang berjarak sekira 50 meter dari TKP untuk dibuang kulitnya dan berhasil terkumpul 180 kg aluminium," katanya.

Aluminium yang berhasil dikumpulkan itu, imbuh dia, kemudian dijual kepada Jadi Susanto senilai Rp1,8 juta per kilo. 

"Pelaku JS ini membawa barang tersebut ke rumahnya dengan menggunakan mobil pikap warna hitam BE-8492-SY. Akibat peristiwa itu PLN mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp180 juta," katanya.

Para pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Penawartama. Priyani alias Gaprek dan Suparji terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan pidana penjara maksimal 7 tahun.

Sedangkan Jadi Susanto terancam dijerat Pasal 480 KUHPidana tentang penadahan barang hasil kejahatan dengan ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait