#pencurian#beritabandarlampung

Komplotan Pencurian Mesin Giling Milik Unila Terancam 7 Tahun Penjara

Komplotan Pencurian Mesin Giling Milik Unila Terancam 7 Tahun Penjara
Konferensi pers di Mapolresta Bandar Lampung. Lampost.co/ Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Tiga Komplotan pencurian mesin giling padi milik Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) terancam tujuh tahun penjara.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra mengatakan, pasal yang diterapkan terhadap ketiga pelaku,MH (48) ,SF (27) dan RH (32) pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

"Maksimal tujuh tahun penjara, karena dilakukan secara terencana," ujarnya, Jumat, 22 Juli 2022.

Baca Juga : Komplotan Pencurian Mesin Giling Milik Unila Ditangkap

Ia melanjutkan, ketiga pelaku merupakan pekerja harian lepas atau petugas kebersihan di Unila, sehingga mereka tahu seluk-beluk dan suasana di lokasi.

"Mereka ini sering keluar masuk lokasi, dikira tidak terpakai lagi mesinnya lalu diambil dijual ke rongsokan seharga Rp250 Ribu," katanya.

Peran ketiga tersangka yakni, SF sebagai otak pelaku pencurian mesin giling padi inventaris milik Unila. Dia mengajak kedua temannya untuk mengambil mesin giling tersebut.

Sementara MH bertugas menjaga situasi ketika lengang RH mengangkut mesin menggunakan sepeda motor dan menjualnya ke tukang rongsok.

Kompol Dennis menuturkan pada Rabu 20 Juli 2022 pukul 01.30, Tekab 308 Polresta Bandar Lampung melakukan penyelidikan atas pencurian dan melakukan penangkapan terhadap para pelaku.

Saat diintrogasi, pelaku mengakui telah melakukan pencurian barang di kampus Unila berupa satu mesin giling padi, dua mesin giling kopi, 21 cat dinding berbagai merek serta 15 blower AC.

Sementara MH mengatakan sudah sebelas tahun bekerja sebagai petugas kebersihan di Unila. Ia nekat mencuri karena tidak ada uang untuk membeli rokok.

"Gak ada uang buat beli rokok, dari hasil pencurian saya dapet uang Rp 70 ribu," katanya.

EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait