#pencurian

Komplotan Pencurian Brankas di Bandar Lampung Juga Spesialis Bajing Loncat 

Komplotan Pencurian Brankas di Bandar Lampung Juga Spesialis Bajing Loncat 
Konferensi pers di Mapolresta Bandar Lampung, Sabtu, 6 Agustus 2022. (Lampost.co/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komplotan pencurian brankas besi milik perusahaan distributor di Jalan Soekarno-Hatta, Kedamaian, Bandar Lampung ternyata spesialis bajing loncat di Tangerang, Provinsi Banten.

Wakasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Iptu Toni Suherman mengatakan komplotan tersebut merupakan asal Tangerang, Banten. Mereka datang ke Bandar Lampung sengaja untuk membobol perusahaan yang mereka rencanakan sebelumnya.

"Mereka ini spesialis bajing loncat di daerah Tangerang. Datang ke Bandar Lampung sengaja untuk mencuri dan menyiapkan peralatan dan menyewa satu unit mobil Avanza,"ujarnya di Mapolresta Bandar Lampung, Sabtu, 6 Agustus 2022.

Satu orang yang menjadi otak aksi tersebut warga Lampung Timur, Haikal (35). Lima orang lainnya warga Tangerang Indra Lesmana (27), Andryanto (22), Sukma (30), Komar(34) dan Yopi (30).

Kelima pelaku ditangkap saat menyeberang di Pelabuhan Bakauheni,Lampung Selatan, Rabu, 3 Agustus 2022, pukul 17.00 WIB. Kemudian, tim Tekab 308 Polresta Bandar Lampung langsung menuju kediaman otak pelaku Haikal dan membekuknya pada Kamis dinihari, 4 Agustus 2022.

"Kami interogasi ternyata mereka diajak oleh Haikal, yang sebelumnya sudah memetakan perusahaan PT.PAL di Kedamaian untuk dicuri,"katanya.

Baca juga: Komplotan Pencuri Brankas Ditangkap di Pelabuhan Bakauheni

Diberitakan sebelumnya, pada Rabu, 3 Agustus 2022 pukul 02.00 WIB, para pelaku masuk ke  PT. Perdana Adhi Lestari, Kedamaian, Bandar Lampung. 

Para pelaku masuk melalui pagar samping kemudian merusak jendela menggunakan obeng dan linggis. Setelah masuk mengacak-acak dan membongkar brankas besi yang berisi uang puluhan juta.

"Sedangkan tersangka Yopi menunggu di luar memantau situasi. Teman-temannya masuk mengambil barang-barang berharga,"katanya.

Setelah mengambil uang dan barang berharga, setiap pelaku mendapatkan uang sebesar Rp3 juta. Kemudian, kelima pelaku kembali ke asalnya serta membawa laptop dan uang koin, serta uang kertas luar negeri.

"Sampai di Pelabuhan Bakauheni kena razia dan kemudian diringkus Tekab 308 Polresta Bandar Lampung. Dua orang yaitu Yopi dan Komar dibawa ke Polres Lampung Selatan karena ada masalah hukum di sana,"ujarnya.

Barang bukti yang disita diantaranya 5 unit laptop, uang sebesar 14 juta, 5 lembar pecahan 100 dolar hongkong, puluhan uang kertas luar negeri lainnya, dan mobil Avanza.

Komplotan tersebut dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan hukuman maksimal 7 tahun penjara. 

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait