#TNWK#SatwaLiar

Komplotan Pemburu Satwa Liar di Way Kambas Ditangkap

Komplotan Pemburu Satwa Liar di Way Kambas Ditangkap
Salah satu pelaku yang ditangkap. Dok Gakkum KLH


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktorat Jenderal (Ditjen) Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menangkap empat pemburu satwa dilindungi yang biasa beraksi di Kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur (Lamtim).

Mereka adalah pria berinisial JI (46), AI (22), BP (30), dan PO (43). Para tersangka yang biasa berburu menggunakan senjata api rakitan ini ditangkap pada 14 Februari 2021 lalu.

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatra, Eduward, mengatakan, para pelaku akan dijerat pidana berlapis. Saat ini, Gakkum KLHK berkoordinasi dengan kepolisian membahas kemungkinan penerapan hukum pidana secara multidoor

“Gakkum KLHK telah mengantongi identitas orang yang diduga menjadi pemasok senjata api. Kami bersama Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) akan berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk penanganan kasus ini sampai tuntas untuk memburu aktor intelektualnya,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima Lampost.co, Minggu, 28 Februari 2021.

Penangkapan komplotan tersebut berawal dari kegiatan Tim Patroli TNWK bersama mitra konservasi. Saat patroli, terdegar suara tembakan yang berasal dari dalam kawasan hutan. 

Saat melakukan penyelidikan, tim menemukan satu kapal klotok tanpa orang bersandar di dalam kawasan hutan di wilayah kerja Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Sekapuk. Di dalam kapal, ditemukan satu sarung senjata.

Tim mencurigai ada yang sedang berburu di dalam kawasan hutan. Pada pukul 00.30 WIB, petugas pun menangkap BP (30). Melalui proses interogasi, tim mendapat informasi masih ada empat orang pelaku di dalam hutan.

Selanjutnya, pencarian dilakukan ke dalam hutan dan sekitar pukul 02.30 WIB berhasil menangkap tiga pemburu lainnya. 

"Satu orang pemburu melarikan diri dan bersembunyi ke dalam kawasan hutan. Tim belum berhasil menemukannya," paparnya.

Dari tiga pemburu yang berhasil ditangkap, petugas menyita barang bukti satwa liar dilindungi hasil buruan, yaitu dua ekor rusa sambar (Unicolor) yang  sudah dipotong-potong, satu ekor landak (Hystrix javanica), dan lima ekor napu (Tragulus napu). Tim juga menyita satu pucuk senjata api rakitan, pisau, ponsel merk Nokia, dompet, satu buah taring harimau, satu kuku harimau, uang Rp100.000, senter, satu kapal klotok, dua buah tas pinggang, korek api, dan tiga butir amunisi. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait