#beritalampung#beritabandarlampung#kriminal

Komplotan Curanmor Diringkus Tim Gabungan Usai Kejar-kejaran dengan Petugas

Komplotan Curanmor Diringkus Tim Gabungan Usai Kejar-kejaran dengan Petugas
Petugas gabungan membekuk pelaku tanpa perlawanan, Senin, 12 Desember 2022. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co): Tim Gabungan Polsek Kedaton dan Polsek Sukarame meringkus komplotan pencuri sepeda motor (curanmor) di Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, Senin, 12 Desember 2022, sekitar pukul 17.00 WIB.

Penangkapan komplotan curanmor tersebut berlangsung dramatis, tim gabungan melepaskan dua kali tembakan untuk menghalau agar para pelaku menyerahkan diri. Pelaku IS (27) dan AK (28) warga Lampung Timur, diketahui lebih dari 30 kali beraksi di Bandar Lampung.

Kapolsek Kedaton Kompol Atang Samsuri mengatakan, kedua pelaku sudah menjadi target operasi karena sudah puluhan kali beraksi di Kota Tapis Berseri.

"Mereka beraksi bertiga, sementara satu pelaku berhasil melarikan diri dan masih dalam pengejaran polisi," kata Atang.

Baca juga: Cemburu Buta Diduga Jadi Motif Pembunuhan dan Bunuh Diri di Rawapitu

Atang melanjutkan berawal informasi masyarakat komplotan pelaku melancarkan aksinya di wilayah hukum Polsek Kedaton. Kemudian polisi langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan pengejaran.

"Kedua pelaku sempat tidak ingin berhenti dan mencoba melarikan diri sehingga polisi melesatkan tembakan peringatan agar mereka berhenti," ujarnya.

Kedua pelaku yang masing-masing membawa sepeda motor terjatuh dan diringkus di dekat jalur dua Itera, Sukarame, Bandar Lampung oleh tim gabungan.

Sementara, DY berhasil melarikan diri. Mereka sengaja ke Bandar Lampung mencari mangsa dan membekali diri dengan senjata api (senpi) rakitan di pinggangnya.

"Komplotan spesialis curanmor ini terkenal ganas dan tidak segan-segan melukai korbannya jika melawan. Kita amankan satu pucuk senjata api dan kunci leter T, ada pada mereka. Itu digunakan setiap kali beraksi," ujarnya.

Sementara berdasarkan pengakuan komplotan itu sudah melancarkan aksinya sebanyak 30 kali di Kota Tapis Berseri. Mereka merupakan pemain malam dan siang hari. "Mereka ini hunting dahulu, dan melihat sepeda motor terparkir jauh dari pemiliknya langsung beraksi dengan kunci T," ujarnya.

Kedua dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman  maksimal tujuh tahun penjara.

Barang bukti yang diamankan satu buah motor Honda Verza dan Beat. Serta satu pucuk senpi beserta empat amunisi dan kunci leter T.

Sementara itu pengakuan pelaku IS, mereka sudah beraksi sebanyak lebih dari 30 kali dan pernah menodongkan senpi ke korban karena hendak melawan.

"Di Bandar Lampung sudah 30 kali lebih, uang yang hasil penjualan kami gunakan buat kebutuhan sehari-hari (foya-foya)," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait