#GENGMOTOR#BANDARLAMPUNG

Komnas PA: Peran Orang Tua Sentral Cegah Anak Ikut Geng Motor

Komnas PA: Peran Orang Tua Sentral Cegah Anak Ikut Geng Motor
Sejumlah pemuda yang diamankan petugas dikumpulkan di Polresta Bandar Lampung. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, tim gabungan Polresta Bandar Lampung mengamankan sebanyak 370 remaja terindikasi anggota geng motor di Bandar Lampung.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Bandar Lampung,  Ahmad Apriliandi Passa mengatakan anak-anak yang umurnya masih di bawah 18 tahun belum memiliki hak untuk menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Menurutnya, pelanggarannya pasti akan berlapis karena yang pertama tidak memiliki SIM, yang kedua modifikasi motor yang tidak sesuai standar, ketiga balapan liar yang mengganggu ketertiban umum.

"Sama sekali kita tidak membolehkan, dan hendaknya diatensi oleh orang tuanya," kata dia, Jumat, 16 September 2022.

Ia melanjutkan, Komnas PA Bandar Lampung sebelumnya pernah menangani anak yang mengalami lakalantas dan divonis beberapa bulan oleh hakim saat itu. Maka dari itu, peran orang tua sangatlah sentral.

"Sebenarnya sangat merugikan anak dan orang tua. Anak-anak mestinya dalam pengawasan orang tua sampai dengan memiliki izin Surat Izin Mengemudi (SIM) di jalan," kata dia.

Namun, setelah memiliki SIM juga hendaknya tidak ugal-ugalan dan masuk geng motor. Perlu orang tua mengendalikan anak-anaknya untuk tidak ikut-ikutan geng motor

"Kita (Komnas PA) mungkin hanya melakukan himbauan di sekolah dan sosial media terkait edukasi mengemudi sampai memiliki SIM," kata dia.

Dia meminta sekolah sebaiknya punya regulasi terkait siswa-siswanya membawa kendaraan roda dua ataupun roda empat. "Terkadang siswa ngumpet taruh motornya di penitipan samping sekolah atau deket sekolah. Karena anak-anak masih labil emosinya jadi dikhawatirkan kecelakaan lalu lintas terjadi," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait