#beritalampung#beritabandarlampung#humaniora

Komnas PA Gencarkan Edukasi Perlindungan Anak di Bandar Lampung

Komnas PA Gencarkan Edukasi Perlindungan Anak di Bandar Lampung
Kampanye dan edukasi perlindungan anak di SDN 2 Waydadi, Bandar Lampung. Lampost.co/Yudi Wijaya


Bandar Lampung (Lampost.co): Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Bandar Lampung melakukan kunjungan, edukasi, dan kampanye perlindungan anak di SDN 2 Waydadi, Bandar Lampung, Sabtu, 22 Oktober 2022.

Ketua Komnas PA Kota Bandar Lampung, Ahmad Aprilliandi Passa mengatakan ini merupakan sosialisasi kesekiankalinya yang dilakukan oleh pihaknya untuk menyambangi sekolah guna memberikan edukasi kepada anak terhadap perlindungan anak dan hak-hak yang harus dimiliki oleh anak.

"Ini merupakan kesekian kalinya kami melakukan sosialisasi di sekolah untuk memberikan edukasi kepada anak. Alhamdulillah kehadiran kami sangat disambut dengan baik oleh pihak sekolah dan penerapannya dari pihak sekolah sangat terlihat," katanya.

Baca juga:  Pemkot Bandar Lampung Tanggung Semua Biaya Pasien Gangguan Ginjal Akut

Ia berharap sekolah di Bandar Lampung dapat segera menerapkan sekolah ramah anak, dimana saat anak-anak berada di lingkungan sekolah bisa merasa nyaman dan aman.

"Kami berharap sekolah-sekolah di Bandar Lampung akan segera menerapkan sekolah ramah anak, agar anak-anak bisa nyaman saat belajar dan bermain tanpa ada rasa takut dan trauma," kata dia.

Untuk mengurangi jumlah angka kekerasan terhadap anak di Kota Bandar Lampung, SD Negeri 2 Waydadi akan membentuk Tim Perlindungan Anak Sekolah di SD tersebut.

Kepala Sekolah SD Negeri 2 Way Dadi, Sumiati usai menerima sosialisasi perlindungan anak dan hak anak. "Saya punya program kepada anak-anak. Insyaallah kami akan bentuk tim untuk perlindungan anak SDN 2 Waydadi bekerja sama dengan wali kelas, komite, dan wali murid," ujar Sumiati.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan untuk perlindungan anak agar lebih mengetahui tentang perlindungan anak dan hak apa saja yang harus didapatkan oleh anak-anak.

"Kita harus tahu hak anak itu apa. Salah satunya harus mendapatkan pendidikan yang layak dan mendapatkan perlindungan. Kemudian bagian tubuh anak yang tidak boleh di sentuh, karena anak-anak kadang enggak mengerti bagian tubuh apa yang boleh di sentuh dan tubuh mana yang tidak boleh di sentuh," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait