#beritalampung#beritalampungterkini#perundungan#bullying#kekerasan

Komnas PA Bandar Lampung Minta Sekolah Beri Sanksi Tegas Pelaku Perundungan

Komnas PA Bandar Lampung Minta Sekolah Beri Sanksi Tegas Pelaku Perundungan
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bullying atau perundungan dan bentuk kekerasan baik fisik, psikis maupun seksual tidak boleh terjadi dan dibiarkan berlanjut begitu saja di sekolah maupun lingkungannya. Sekolah harus memberi sanksi tegas kepada pelaku perundungan.

"Jika dinilai anak terduga pelaku benar melakukan perundungan dan penganiayaan, sekolah harus dengan tegas memberikan sanksi kepada pelaku perundungan dan penganiayaan," ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak Bandar Lampung Ahmad Apriliandi Passa, Minggu, 30 Oktober 2022.

Baca juga: Percepatan Proses Pembangunan Butuh Konsistensi Ketaatan Hukum 

Upaya tersebut misalnya dengan memanggil orang tua yang diduga menjadi pelaku perundungan dan pemukulan untuk melakukan investigasi dan mediasi secara internal serta pertanggungjawaban dari orangtua terduga pelaku penganiayaan tersebut. "Jika diminta kami pun siap menjadi mediator ataupun menjadi saksi pada proses perdamaian antara terduga pelaku dan korban," katanya.

Tentunya hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, harus ada upaya serius dari sekolah untuk menengahi hal ini. Meskipun terjadi di luar sekolah ataupun jam sekolah

Selanjutnya sekolah harus masif mengedukasi siswa-siswi dan para wali kelas ataupun guru bimbingan konseling di sekolah agar lebih ketat lagi melakukan pengawasan. "Jika memungkinkan, kami dari Komnas PA Bandar Lampung dan Lampung siap membantu sekolah dan Dinas Pendidikan Lampung dengan mengunjungi sekolah tingkat atas untuk memberikan edukasi dan sosialisasi perlindungan anak untuk siawa-siswi, seperti yang tengah kami lakukan saat ini pada tingkat sekolah dasar maupun menengah pertama di Bandar Lampung," ujarnya.

Sekolah dan lingkungannya harus menjadi tempat yang benar-benar ramah dan aman bagi Anak. Perundungan tidak boleh terjadi kembali agar tunas-tunas bangsa Indonesia ini tumbuh, maju, dan berkembang serta dapat terus berpartisipasi dalam pembangunan.

"Saat ini kami juga meyakini dan terus mendengungkan untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi anak Indonesia adalah bentuk lain dari bela negara," katanya.

Sebelumnya, seorang siswa MAN 1 Bandar Lampung berinisial IM (16) mengalami depresi berat dan cacat permanen. Remaja tersebut menjadi korban perundungan (bullying) hingga kekerasan fisik dari teman sekolahnya.

Kejadian itu dialaminya pada 20 September 2022 yang membuat kepala IM mengalami pembekuan darah, tulang hidung miring, hingga tulang lunak kuping patah, dan divonis dokter cacat permanen.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait